SELATPANJANG - Semarak aktivitas olahraga mewarnai kawasan pelataran Tetra Coffee, Grand Meranti Hotel di Selatpanjang, Minggu (20/9/2026) pagi. Sekitar 150 orang dari berbagai kalangan membaur menyusuri rute jalanan kota dalam ajang Mini Offline Pocari Sweat Run Indonesia 2026 Selatpanjang Series yang diinisiasi oleh Komunitas Pelari Kampong.
Perhelatan yang mengusung konsep fun run ini menyediakan tiga pilihan jarak tempuh bagi peserta, yakni 3 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda lari nasional yang bergulir secara serentak pada 132 kota di seluruh Indonesia. Mengingat sifatnya yang rekreasional, ajang ini murni mengutamakan kebugaran fisik dan pengalaman berlari secara kolektif tanpa menerapkan sistem perebutan podium maupun pengalungan medali.
Suasana lari pagi ini tidak hanya diisi oleh para pegiat komunitas, tetapi juga masyarakat umum yang secara sukarela bergabung. Turut hadir di tengah barisan pelari, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita yang didampingi Kasat Reskrim, Iptu M Iqbalul Fikri beserta jajaran kepolisian setempat yang ikut menyelesaikan rute hingga menyentuh garis finis.
Ketua Komunitas Pelari Kampong, Candra memaparkan bahwa jumlah rombongan yang turun ke jalan ternyata melebihi angka pendaftaran resmi. Menurutnya, hal ini menjadi indikator nyata atas tingginya minat warga setempat terhadap aktivitas fisik di ruang publik.
"Kalau dihitung peserta yang hadir dengan maupun tanpa registrasi, jumlahnya mencapai sekitar 150 pelari pagi ini. Sebagian lainnya juga ikut menyemarakkan kegiatan secara berkelompok dari luar barisan utama," rincinya.
Candra menambahkan, kehadiran warga dari berbagai latar belakang dalam satu lintasan sejalan dengan misi komunitasnya untuk terus memasyarakatkan olahraga lari di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ruang interaksi yang cair ini diharapkan mampu merajut hubungan baik antarwarga sekaligus membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebugaran jasmani secara konsisten.
"Kami berharap kegiatan santai seperti ini bisa terus mendorong masyarakat agar gemar berolahraga. Lari itu bukan sekadar urusan mengejar catatan waktu tercepat, melainkan cara kita menjaga kesehatan tubuh sekaligus mempererat tali silaturahmi," pungkasnya. ***


