ROKAN HILIR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Anggota Komisi IX DPR RI, dr Maharani, menggelar sosialisasi Program Bangga Kencana di Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan Jumat (23/10/2026) ini difokuskan pada edukasi perencanaan keluarga dan pencegahan stunting demi mewujudkan generasi berkualitas di Riau.

Sebagai salah satu wilayah di Provinsi Riau yang aktif menekan angka tengkes, Rokan Hilir terus mendorong kesadaran warganya mengenai pentingnya kesiapan mental dan finansial sebelum menikah. Langkah edukasi ini menjadi bagian dari upaya strategis nasional untuk memastikan lahirnya generasi sehat serta menekan risiko kesehatan pada ibu dan anak.

Cegah Stunting dan Hindari Risiko 4T

Perencanaan perkawinan merupakan fondasi utama untuk mencapai kehidupan rumah tangga yang lebih layak. Program ini tidak hanya membahas persoalan pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga kesiapan calon pasangan dari berbagai aspek kehidupan.

"Melalui program Bangga Kencana ini, kita bisa menyiapkan rencana pernikahan, kesiapan mental, hingga finansial atau keuangannya," papar dr Maharani.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengatur jarak kehamilan guna menjaga kesehatan psikologis ibu agar tidak stres akibat kehamilan yang tidak direncanakan. Guna mendukung hal tersebut, layanan Keluarga Berencana (KB) turut disediakan langsung di lokasi bagi peserta sosialisasi yang membutuhkan.

Pencegahan stunting di tengah masyarakat sangat memerlukan intervensi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni mulai dari masa bayi di dalam kandungan hingga berusia dua tahun.

"Hindari 4T, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak," tegasnya.

Fokus Baru Pembangunan Keluarga Berkualitas

Pendekatan pemerintah terkait program kependudukan kini mengalami perubahan strategi yang lebih komprehensif ke arah pembinaan. Edukasi yang diberikan di lapangan tidak lagi semata-mata berkutat pada angka kelahiran.

"Dulu difokuskan pada masalah kependudukan dan KB, sekarang lebih fokus pada pembangunan keluarga," jelas Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, drg Tengku Mita Maya Don, MSi.

Generasi muda, khususnya para remaja, didorong untuk mengambil peran aktif sebagai motivator di lingkungannya masing-masing. Sebagai calon Pasangan Usia Subur, kelompok ini dituntut memiliki perencanaan matang sebelum memutuskan untuk membangun rumah tangga.

"Usia ideal menikah 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk laki-laki, jadilah remaja berkualitas agar nantinya juga terbentuk keluarga yang berkualitas," pungkasnya. ***