PELALAWAN – Dugaan penarikan biaya Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebesar Rp1 juta per siswa di SMKN 1 Langgam, Kabupaten Pelalawan, menjadi sorotan. Besarnya nominal yang dibebankan kepada siswa memunculkan pertanyaan mengenai dasar penarikan, mekanisme penetapan hingga transparansi penggunaan dana tersebut.

Informasi itu disampaikan salah seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengaku anaknya yang mengikuti kegiatan PKL diminta membayar uang sebesar Rp1 juta.

"Anak saya dimintai uang Rp1 juta untuk biaya PKL," ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, hingga kini dirinya belum memperoleh penjelasan secara rinci mengenai komponen biaya maupun penggunaan uang tersebut.

Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, angka Rp1 juta bukan nominal kecil. Apalagi jika pembayaran tersebut harus dipenuhi dalam waktu yang telah ditentukan.

"Saya tidak tahu untuk apa saja uang itu. Rp1 juta bagi kami cukup besar," katanya.

Bahkan, karena keterbatasan ekonomi, orang tua siswa tersebut mengaku terpaksa mencari pinjaman agar dapat memenuhi permintaan pembayaran.

"Terpaksa cari pinjaman,"ucapnya.

Besarnya dana yang berpotensi terkumpul juga menjadi perhatian.

Jika peserta PKL mencapai 50 siswa saja, dengan nominal Rp1 juta per siswa, maka dana yang dihimpun mencapai Rp50 juta.

Jika jumlah peserta lebih dari 50 siswa, nilai dana yang terkumpul tentu semakin besar.

Karena itu, transparansi menjadi hal penting. Sekolah perlu menjelaskan berapa jumlah siswa peserta PKL, berapa total dana yang diminta, siapa yang menetapkan nominal tersebut, rekening atau mekanisme pembayaran yang digunakan, serta untuk apa saja dana tersebut dibelanjakan.

Jika memang terdapat biaya yang harus ditanggung orang tua siswa, idealnya seluruh komponen biaya disampaikan secara terbuka sejak awal sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di kemudian hari.

Kepala SMKN 1 Langgam, Yudi Triatno, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan terkait dugaan penarikan biaya PKL sebesar Rp1 juta per siswa tersebut.

Permintaan konfirmasi terkait informasi tersebut sudah disampaikan melalui pesan Whattshap. ***