BAGANSIAPIAPI – Upaya menekan angka pernikahan dini, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja Kabupaten Rokan Hilir kini digawangi langsung oleh kelompok pelajar. Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Rokan Hilir, Anisa Juhana dan Fahreza Halim, resmi memegang tongkat komando Forum Generasi Berencana (Genre) di wilayah tersebut.

Anisa dipercaya sebagai Ketua, sedangkan Fahreza menduduki posisi Wakil Ketua. Tak hanya mereka berdua, sepuluh pelajar MAN 1 Rokan Hilir lainnya juga turut masuk dalam struktur kepengurusan penting ini. Pelantikan belasan agen perubahan remaja tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Utama Pemkab Rokan Hilir, Selasa (20/10/2026).

Keterlibatan aktif para pelajar madrasah ini membawa misi edukasi sebaya. Mereka bertugas menyosialisasikan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi serta pencegahan Triad KRR, yang meliputi risiko seks pranikah, pernikahan dini, dan penyalahgunaan zat terlarang di lingkungan pergaulan.

"Atas amanah yang diberikan ini, kami akan bekerja mengoptimalkan sosialisasi dan menyampaikan edukasi penting kepada teman-teman remaja lainnya," urai Anisa yang didampingi Fahreza saat memberikan keterangan, Kamis (22/10/2026).

Menanggapi capaian anak didiknya, Kepala MAN 1 Rokan Hilir, Masfura, SPd memberikan apresiasi penuh. Menurutnya, posisi strategis di Forum Genre membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, sekaligus mengajak teman sebaya merencanakan kehidupan masa depan yang lebih terarah dan bertanggung jawab.

"Kami tentu mendukung penuh semua kegiatan positif siswa. Bukan hal mudah untuk menjadi pemimpin di usia muda. Momen ini juga menjadi peluang untuk mengangkat nama madrasah melalui kontribusi nyata di ranah sosial dan edukasi," paparnya.

Dukungan serupa mengalir dari Ketua Komite Sekolah MAN 1 Rokan Hilir, Jufrizal, SHI MM. Ia menilai wadah organisasi kepemudaan tersebut sangat tepat bagi para peserta didik untuk menggali potensi diri secara langsung di tengah dinamika masyarakat luas.

"Sambil belajar memimpin dan berorganisasi, mereka juga mempersiapkan kematangan diri sekaligus melatih kemampuan menggerakkan roda organisasi agar membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar," pungkasnya. ***