PEKANBARU - Anggota Komisi I sekaligus Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau, Ayat Cahyadi meminta Kepolisian Daerah (Polda) Riau turun tangan secara aktif dalam mengawal Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pengawalan ketat pada sektor pajak ini dinilai sangat menentukan langkah pemerintah provinsi untuk mengejar target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 yang diproyeksikan menembus angka Rp10,07 triliun.

Desakan dari pihak legislatif ini selaras dengan langkah Gubernur Riau yang terus menggandeng berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, demi mengamankan penerimaan kas daerah.

"Dalam RAPBD 2027, kita targetkan total APBD kita mencapai Rp10,07 triliun. Ini angka yang besar. Harapan kami, PAD terbesar berasal dari pajak," urai Ayat, Selasa (6/10/2026).

Sinergi Satgas dan Optimalisasi Kas Daerah

Kehadiran pimpinan baru di tubuh Polda Riau diharapkan membawa dorongan ekstra bagi upaya penertiban sumber-sumber pendapatan daerah. Ayat menegaskan kepolisian dapat memastikan pengawalan tersebut berjalan lancar saat turun ke lapangan bersama satuan tugas (satgas) perpajakan bentukan Gubernur Riau.

Dari sisi legislatif, jajaran DPRD Riau melalui tim Panitia Khusus (Pansus) juga telah menyerahkan sejumlah rekomendasi strategis terkait optimalisasi PAD. Seluruh catatan evaluasi dan perbaikan tata kelola pajak tersebut kini sudah mulai dijalankan oleh instansi terkait.

"Jadi peran polisi juga sangat besar di sini. Mudah-mudahan semua bisa berjalan sinergi," pungkasnya. ***