
BAGANSIAPIAPI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wilayah Bidang Kecamatan Bangko meliburkan aktivitas belajar tatap muka untuk tingkat TK, PAUD, SD, dan SMP di Bagansiapiapi. Pengalihan metode pembelajaran menjadi daring pada Kamis (8/10/2026) ini diambil guna melindungi siswa dari paparan kabut asap yang menyelimuti wilayah Rokan Hilir.
Kebijakan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 422/Korwil-Bangko/2026/058 tertanggal 7 Oktober 2026. Selain mengatur penghentian sementara tatap muka, edaran itu juga menyerahkan mekanisme pengaturan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara langsung kepada masing-masing satuan pendidikan.
"Benar kita sudah bersurat dan hanya untuk libur satu hari saja, soal MBG telah dikoordinasikan, jika ada perkembangan terbaru dikoordinasikan lagi," terang Koordinator Pengawas (Koorwas) Disdikbud Kecamatan Bangko, Budiman, SIP.
Kendati edaran telah disebar, sejumlah sekolah swasta di pusat kota Bagansiapiapi terpantau masih beroperasi. Sebagai bentuk antisipasi terhadap polusi udara, pihak sekolah mengambil kebijakan dengan memulangkan siswa jauh lebih awal dari jadwal normal.
"Anak kami tetap sekolah namun cepat pulang, beda dari biasa," sebut salah seorang orang tua pelajar SDS Setia Budi, Fidel saat menjemput anaknya pada pukul 10.00 WIB.
Di sisi lain, pendelegasian wewenang pembagian jatah MBG ke pihak sekolah ternyata memunculkan ketidaktahuan di kalangan peserta didik. Sebagian murid yang menjalani masa belajar dari rumah mengaku kebingungan mengenai kepastian jadwal dan teknis pengambilan makanan bergizi tersebut.
"Kami libur, tapi tentang jatah MBG untuk kami di sekolah tak tahu," tutur salah seorang siswa SMP saat ditemui di sekitar pusat kota. ***