
SELATPANJANG - Sinergi tata kelola aset antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Dumai terbukti sukses menyumbang pendapatan daerah hingga Rp600 juta. Dana segar tersebut bersumber dari pelaksanaan lelang barang milik daerah yang dieksekusi pada bulan Juni lalu.
Capaian positif tersebut terungkap dalam silaturahmi Kepala KPKNL Dumai, Dulatif dengan Bupati Kepulauan Meranti, Asmar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (8/10/2026). Pertemuan ini turut dihadiri Kepala BPKAD Kepulauan Meranti beserta jajaran pejabat pelelang fungsional.
"Ke depan masih banyak pekerjaan yang perlu kita selesaikan bersama," ungkapnya.
Kepala instansi vertikal tersebut menjelaskan, kunjungannya ke Kepulauan Meranti merupakan bentuk penguatan koordinasi antarwilayah kerja. KPKNL Dumai saat ini memegang tanggung jawab pembinaan di lima kabupaten dan kota se-Provinsi Riau terkait pengurusan piutang dan penilaian aset.
"Ini sebenarnya saya baru sempat bersilaturahmi ke wilayah kerja kami," jelasnya.
Kehadiran tim pelelang di wilayah kepulauan ini diharapkan mampu memfasilitasi percepatan penataan inventaris daerah yang selama ini menjadi kendala. Kolaborasi erat dinilai sangat menentukan dalam menjaga tertib administrasi keuangan negara.
Selain fokus pada objek lelang yang bernilai jual, kedua belah pihak turut menyepakati skema penyelesaian barang-barang inventaris yang susut nilai atau rusak berat. Barang yang sudah tidak memenuhi standar lelang akan diproses melalui jalur pemusnahan resmi.
Langkah ini diambil untuk merampingkan daftar aset sehingga neraca kekayaan daerah Pemkab Kepulauan Meranti menjadi lebih sehat dan akurat secara pencatatan akuntansi. ***