
PEKANBARU - Sekitar 500 orang dari Koalisi Riau Bela Palestina memadati kawasan Tugu Pahlawan, Kota Pekanbaru, Minggu (11/10/2026). Massa menggelar aksi solidaritas bertajuk "Mengenang 3 Tahun Genosida Zionis Israel atas Gaza" sebagai wujud kepedulian terhadap krisis kemanusiaan di wilayah konflik tersebut. Acara ini berlangsung tertib dengan diisi penyampaian orasi dari sejumlah tokoh lintas organisasi, penggalangan dana, hingga seruan boikot.
Aksi damai yang dimulai sejak pagi hari ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, perwakilan lembaga adat, hingga jajaran Pemkot Pekanbaru. Selama kegiatan berlangsung, panitia menyediakan wadah donasi bagi warga yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk para korban. Hingga pertengahan acara, dana kemanusiaan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp75.658.000, baik melalui transfer kode QR maupun kotak infak fisik.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar menuturkan bahwa kepedulian masyarakat tidak boleh surut di tengah krisis yang masih berkepanjangan.
"Kita tidak boleh berhenti, kita harus terus peduli dan terlibat sampai Palestina merdeka," tegasnya.
Dukungan moril yang kuat juga datang dari kalangan pemangku adat di Provinsi Riau. Ketua Umum DPH LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menilai penderitaan bangsa Palestina merupakan tragedi yang melampaui batas nalar.
"Ketika kita membela Palestina, kita bukan hanya membela kemanusiaan, tetapi juga membela darah daging kita sendiri," tuturnya.
Wakil Ketua PW Muhammadiyah Riau, Imran Rasyidi memandang kegiatan ini sebagai bentuk nyata ikatan batin antarsesama kaum muslimin. Di sela-sela orasinya, ia turut menyerahkan sumbangan dana pribadi secara langsung kepada pihak penyelenggara.
Selain penggalangan bantuan materiil, gerakan perlawanan secara ekonomi juga menjadi sorotan utama dalam aksi solidaritas massa. Perwakilan Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia, Erdianto secara terbuka mengajak para peserta untuk menghentikan konsumsi produk yang terafiliasi dengan negara penjajah.
"Kami meminta dan mengajak kepada peserta untuk memboikot produk-produk Israel," serunya.
Kegiatan kemanusiaan ini turut diselingi dengan penampilan pembacaan puisi, senandung nasyid, dan aksi teatrikal dari berbagai komunitas. Seluruh rangkaian aksi damai diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap bersama dan massa membubarkan diri secara tertib pada pukul 10.35 WIB. ( wpa)