PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi lonjakan ribuan titik panas di Pulau Sumatera pada Minggu (11/10/2026). Meski angka sebaran api di Provinsi Riau tergolong sangat minim, ancaman kabut asap lintas provinsi masih menjadi pantauan serius.

Berdasarkan pemindaian satelit hingga pukul 23.00 WIB, jumlah keseluruhan titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera menembus angka 2.531 titik. Provinsi Sumatera Selatan menjadi area penyumbang polusi terbesar dengan total 1.887 titik api yang masih menyala.

Kawasan penyumbang panas lainnya mencakup Provinsi Jambi dengan temuan 335 titik, Kepulauan Bangka Belitung 189 titik, serta Lampung sebanyak 96 titik. Sementara itu, Provinsi Riau hanya mencatatkan tiga titik panas, dimana dua lokasi terdeteksi di Kota Dumai dan satu lainnya berada di Kabupaten Pelalawan.

Rendahnya temuan titik api di kawasan Riau tidak lantas menghilangkan risiko gangguan pernapasan bagi warga setempat. Potensi kekaburan udara pada pagi hari masih sangat mungkin terjadi akibat penumpukan partikel hasil pembakaran lahan dari provinsi tetangga.

"Masyarakat diminta memantau perkembangan informasi cuaca, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang," jelas Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun R.

Petugas pemantau cuaca secara resmi menyarankan warga untuk kembali mengenakan masker pelindung saat beraktivitas padat di luar ruangan. Langkah antisipatif ini dinilai mutlak diperlukan guna menjaga kesehatan paru-paru apabila sisa kabut asap perlahan mulai menebal di area pemukiman warga. ***