PEKANBARU – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) sukses menggelar workshop nasional bertema “Tips dan Strategi Lolos Hibah Kemendikbudristek 2025”. Acara ini bertujuan mendukung peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor Umri, Dr. Saidul Amin, MA., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran penelitian bagi para dosen. “Penelitian bagi dosen seperti darah dalam tubuh. Dosen yang tidak meneliti ibarat kehilangan darahnya,” ujar Saidul Amin, Rabu (8/1/2025).

Ia menambahkan, Umri akan terus mendukung kegiatan yang mendorong daya saing penelitian dosen di tingkat nasional maupun internasional. “Penelitian bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan meneliti, dosen dapat meningkatkan kualitas diri, membawa nama baik institusi, dan memberikan manfaat bagi pengembangan teknologi serta kemanusiaan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Umri, Dr. Aidil Haris, memaparkan persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Emas 2025 serta pencapaian penelitian di Umri.

“Pelaksanaan KKN tahun ini akan disebar ke beberapa daerah, dengan titik kumpul utama di Kabupaten Siak. Sejak Umri meningkat dari klaster madya ke klaster utama, kami terus memotivasi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan penelitian,” ungkap Dr. Aidil Haris.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun lalu, Umri mencatat pencapaian signifikan dalam hibah penelitian. “Kami berhasil meningkatkan jumlah hibah fundamental yang lolos menjadi sembilan proposal. Ini adalah bukti kerja keras dan komitmen dosen-dosen kami,” tambahnya.

Dr. Aidil berharap arahan dan dukungan pimpinan universitas dapat semakin memotivasi dosen dan mahasiswa dalam melahirkan penelitian berkualitas. “Dengan dukungan penuh dari Rektor dan pimpinan lainnya, kami optimis Umri mampu mencetak prestasi lebih besar dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.

Acara ini turut menghadirkan Reviewer Nasional Bidang Penelitian, Prof. Dr. Muhtadi, SPd., MSi., yang berbagi pengalaman dalam menyusun proposal hibah berkualitas di bidang sains dan teknologi. Para dosen dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi yang hadir pun antusias mengikuti panduan praktis yang disampaikan. ***