PEKANBARU – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memegang peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa sosialisasi yang masif dan inklusif menjadi elemen kunci agar program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Sosialisasi yang efektif adalah fondasi keberhasilan setiap program pemerintah. Kami berkomitmen memastikan informasi tentang Program MBG tersebar hingga ke daerah terpencil sehingga manfaatnya dapat dirasakan semua pihak,” ujar Meutya Hafid dalam keterangan pers, Rabu (8/1/2025).
Program MBG adalah bagian dari rencana besar Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Program ini diluncurkan sebagai salah satu inisiatif unggulan dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Prabowo-Gibran. Hingga saat ini, program telah tersedia di 190 titik layanan di 26 provinsi, dengan target perluasan hingga 937 titik pada akhir Januari 2025.
Kemkomdigi bertugas memastikan sosialisasi program ini menjangkau masyarakat luas melalui berbagai saluran, mulai dari media nasional, media sosial, hingga forum masyarakat.
“Sosialisasi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran mereka dalam mendukung dan memantau pelaksanaan program. Dengan kolaborasi yang solid, kami yakin manfaat program ini akan semakin terasa,” tambah Meutya.
Kemkomdigi juga memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pelaksanaan program MBG. Aplikasi berbasis teknologi telah dikembangkan untuk mempermudah pelaporan distribusi, meningkatkan transparansi, dan memastikan efektivitas program.
“Melalui teknologi ini, kami dapat memonitor distribusi secara real-time, memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran,” jelasnya.
Salah satu dampak positif program MBG adalah pemberdayaan ekonomi lokal. Bahan makanan yang digunakan dalam program ini dipasok oleh pelaku UMKM, petani, dan nelayan di berbagai daerah, menciptakan efek ganda dalam sektor kesehatan dan ekonomi.
“Program ini tidak hanya memberikan asupan gizi kepada masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Sosialisasi kami juga mencakup edukasi mengenai dampak positif ini,” ujar Meutya.
Selain sosialisasi, Kemkomdigi menargetkan peningkatan literasi digital masyarakat melalui pelatihan dan kampanye yang mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
“Kami optimistis dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan teknologi, Program MBG dapat menjadi tonggak penting dalam pembangunan Indonesia Emas 2045,” tutup Meutya.***


