JAKARTA, GORIAU.COM - Trio janda cantik buru-buru turun dari mobil tahanan sambil tangan terborgol dan kepala tertunduk bergegas menuju ruang pemeriksaan di lantai 2 kantor Polsek Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (15/2) siang. Belum juga ditanya, ketiganya langsung terisak saat duduk di hadapan penyidik.

Tiga janda itu bernama Insianah, 35, Mira, 33, dan Kartika, 21. Insaniah yang paling keras mengeluarkan tangisan sehingga sempat menarik perhatian sejumlah anggota polisi. "Ampuni saya, Pak. Saya minta ampun, saya menyesal, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," katanya sambil terisak.

Tampaknya itulah hari terburuk bagi ketiganya karena tidak disangka-sangka aksi pencurian yang mereka lakukan selama ini akhirnya ketahuan juga. Lebih parahnya, mereka langsung tertangkap saat polisi menyisir Mal ITC Mangga Dua sejak Sabtu pagi setelah menerima laporan kehilangan telepon seluler Iphone 5 dari ayah korban, Handono, 40, yang mengetahui ponsel milik putrinya, Diva Baia, 17, raib dari dalam tas ketika dia berbelanja di ITC Mangga Dua sehari sebelumnya.

Handono ketika melapor kepada polisi memang sempat melihat seorang wanita yang tak lain salah satu dari trio janda itu terus memepeti anaknya yang kala itu tengah berbelanja. Berbekal laporan itu, polisi langsung menyisir mal tersebut. Benar saja, rasa curiga ayah korban rupanya terbukti. Saat ditangkap, ketiganya hendak mencuri untuk kali berikutnya. Ketika dilakukan penggeledahan, dari tas Mira polisi menemukan ponsel milik Diva.

Namun betapa kaget polisi begitu memeriksa dua tas rekan Mira ditemukan lima ponsel lain yang diduga hasil pencurian. Polisi juga menyita barang bukti lain berupa uang tunai sebesar Rp500 ribu yang diduga sebagai hasil penjualan ponsel korban.

Kepala Kepolisian Sektor Pademangan Komisaris Andri Ananta Yudihstira saat ditemui di sela-sela pemeriksaan menjelaskan ketiga janda mengaku sudah melakukan aksi sebanyak delapan kali dan menyasar khusus para pengunjung mal. "Semuanya dilakukan di mal ITC Cempaka Putih dan Ambassador, Kuningan," ujar Andri. ***