
BANGKOK, GORIAU.COM - Sekitar 200 ratus pendatang etnis Uighurs ditangkap polisi Thailand di pegunungan Selatan Thailand.
The New York Times melaporkan Jumat (14/3/2014), para pendatang Muslim itu melarikan diri dari China dan diam-diam bekerja sebagai penderas karet di Provinsi Songkhla.Kawasan ini dikenal sebagai tempat transit pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Burma. Ke 200 pendatang Uighurs berbahasa Turki ini, merupakan pengungsi terbesar yang pernah ditangkap di Asia Tenggara.Mereka tinggal di kamp-kamp itu dan tidak bersedia bicara. Besar kemungkinan mereka takut dikenali sebagai etnis Uighurs yang bisa dipastikan bakal dideportasi ke China. ‘’Mereka tidak mau bicara sama sekali,’’ tutur asisten polisi Mayjen Thatchai Pitaneelaboot.Dari penerjemah Turki, ketahuan mereka dari Uighurs yang hendak menyeberang ke Malaysia. Negara tetangga ini menjadi tujuan transit para peminta suaka politik dari negara lain.‘’Kami tidak tahu mau diapakan mereka,’’ kata Jenderal Thatchai. ‘’Jika mereka datang secara ilegal, kami harus menindak tegas. Setelah itu barulah mereka dikirim pulang ke negara asalnya,’’ ujarnya menambahkan.Tahun 2009 Kamboja mendeportasi 20 warga Uighurs ke China, membuat sejumlah negara termasuk PBB keberatan. Malaysia juga dikritik karena mendeportasi 6 warga Uighurs Desember 2012. Pemerhati Hak Asasi Manusia kedua negara itu melanggar hukum internasional.***