JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sektor makanan meraih posisi tertinggi sepanjang tahun pada Oktober 2026. Peningkatan kinerja manufaktur ini secara khusus didorong oleh lonjakan pesanan baru, baik dari serapan pasar domestik maupun ekspor.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria menyebut capaian ini merupakan kelanjutan dari tren positif yang sudah terbangun sejak bulan sebelumnya.

"Untuk komponen pesanan baru, permintaan didukung oleh strategi yang disiapkan oleh pelaku industri dalam menyambut panjangnya periode hari besar keagamaan," paparnya, Jumat (30/10/2026).

Ancaman Kendala Logistik Nasional

Kendati mencatatkan rekor pesanan, kelancaran pengiriman produk di lapangan masih dibayangi oleh hambatan distribusi. Kondisi logistik tersebut turut memberikan tekanan langsung pada variabel persediaan barang para pelaku usaha.

Secara kumulatif, IKI nasional pada Oktober 2026 terkerek naik menjadi 53,77. Angka tersebut meningkat 1,84 poin jika dibandingkan pencapaian September 2026 yang tertahan di level 51,93.

Penguatan daya saing industri ini ditopang oleh lonjakan indeks pesanan yang menembus level 56,08. Sementara itu, indeks produksi nasional juga membukukan tren positif dengan bertengger di angka 55,38.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto menegaskan bahwa mayoritas subsektor pengolahan di tanah air masih memperlihatkan kinerja operasional yang solid.

"Dari 23 subsektor yang menjadi objek penilaian IKI, dapat kami sampaikan bahwa sebagian besar tumbuh sangat baik," terangnya.

Di balik pertumbuhan pesanan tersebut, sektor industri pengolahan tetap harus mewaspadai manajemen rantai pasok. Data Kemenperin memperlihatkan indeks persediaan masih tertahan di zona kontraksi selama lima bulan berturut-turut, menyentuh nilai 45,60 pada periode ini. ***