PEKANBARU - Kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Riau dipastikan semakin memadai. Sebanyak 92 tenaga kesehatan dan non-kesehatan berstatus pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) resmi bergabung dengan RSUD Arifin Achmad untuk memaksimalkan fasilitas perawatan yang sebelumnya belum beroperasi penuh akibat keterbatasan personel.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada puluhan abdi negara tersebut di Ruang Serbaguna RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Jumat (30/10/2026). Penambahan amunisi tenaga medis ini diharapkan mampu menopang status rumah sakit sebagai fasilitas rujukan utama masyarakat di daerah.

Di hadapan para pegawai baru, Hariyanto menegaskan bahwa seluruh proses penyaringan berjalan bersih berdasarkan kompetensi asli para peserta. Ia tidak mentoleransi adanya praktik nepotisme dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di sektor layanan kesehatan publik.

"Proses rekrutmen harus dilaksanakan secara transparan dan berdasarkan hasil seleksi yang objektif. Saya bangga karena peserta yang diterima merupakan hasil asesmen yang dilaksanakan Pemprov Riau bekerja sama dengan BKN. Prosesnya dilakukan secara murni berdasarkan kemampuan peserta, tanpa ada titip-menitip," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih memaparkan bahwa para peserta harus melewati saringan yang sangat berlapis. Dari total 1.500 pelamar, hanya 465 kandidat yang berhak menempuh ujian Computer Assisted Test (CAT) di bawah pengawasan ketat Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Fase penyaringan belum berhenti di situ. Ratusan kandidat yang lolos wajib mengikuti ujian psikologi untuk menilai ketahanan mental dan kecocokan profil pelayan kesehatan. Dari 270 orang yang mengikuti psikotes, hanya 190 peserta yang mendapat rekomendasi untuk maju ke tahap akhir, hingga oada akhirnya ditetapkan 92 orang terbaik.

Pengadaan pegawai ini berpijak pada Peraturan Gubernur Riau Nomor 30 Tahun 2025 serta Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts. 343/VI/2026. Yusi menyebutkan, suntikan tenaga kerja baru ini secara langsung membuka sumbatan akses penanganan pasien di ruang-ruang vital rumah sakit.

"Dahulu, ruangan di lantai empat baru digunakan sebagian. Sekarang, seluruh ruangan akan dibuka dan pelayanan di lantai lima juga akan dikembangkan karena tenaga pendukungnya sudah tersedia. Selain itu, kami menambah personel untuk tim kamar operasi, ICU, dan unit pelayanan lainnya," urainya.

Secara rinci, komposisi 92 abdi masyarakat yang lulus ini didominasi oleh perawat sebanyak 60 orang. Sisanya terbagi dalam beberapa posisi teknis, meliputi delapan apoteker, tujuh radiografer, enam penata anestesi, enam ahli teknologi laboratorium medik, dua perekam medis, dua teknisi elektromedis, serta satu fisikawan medik. ***