JAKARTA, GORIAU.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk mencermati masuknya warga negara asing (WNA). Secara khusus, pengamanan di wilayah perbatasan harus diperketat.
"Saya meminta kepada seluruh pemda untuk mencermati setiap perkembangan dan dinamika yang terjadi di daerah. Perketat perbatasan kita, baik melalui Kepulauan Riau, Entikong, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Papua dan Nusa Tenggara Timur. Saya minta ada kewaspadaan yang baik, karena disinyalir masuknya orang-orang asing," kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (25/3).
Dijelaskan, pihaknya juga meminta kepala daerah sampai ke rukun tetangga, melakukan deteksi dini kalau ada warga negara asing atau warga yang mencurigakan dan tinggal di wilayahnya, termasuk mencermati area merah.
Dia mengungkapkan sejumlah area merah atau rawan. "Tangerang Selatan, Bekasi, Solo, Karanganyar juga termasuk area merah. Sehingga bantuan kepolisian, TNI dan jaringan intelijen yang ada, masyarakat termasuk pers, kalau mendengar ada ceramah atau propaganda sangat diperlukan," tegasnya.
Menurut dia, setiap warga diminta cermat dan jaga kekompakan, agar jangan sampai masuk WNA yang tidak terdata dengan baik, lalu warga negara yang akan keluar Indonesia harus ada deteksi dini.
Dia menambahkan, WNA kerap memanfaatkan keramahan rakyat Indonesia. "Warga kita kan ramah. Orang asing bisa bermalam di masjid, di rumah penduduk. Harus ada kesadaran dari warga, kemudian monitoring aparat kelurahan desa, babinsa yang mendeteksi 24 jam, termasuk aktivitas orang asing yang mencurigai," pungkasnya. ***


