JAKARTA, GORIAU.COM - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie merasa prihatin dengan kericuhan yang terjadi dalam acara debat konvensi calon presiden (capres) yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur.

 ''Saya prihatin,'' katanya kepada wartawan, Jumat (14/2/2014).

 Dia menuturkan, kegiatan konvensi capres Partai Demokrat di Surabaya itu merupakan debat bernegara, tetapi sangat disayangkan justru yang hadir adalah massa yang tidak memiliki etika.

 ''Ini debat bernegara, tapi yang hadir adalah massa yang mengedepankan teriak-teriak dengan massa yang besar,'' ujarnya.

 Kendati demikian, pria yang juga menjadi peserta konvensi capres ini bisa memahami kalau kericuhan itu merupakan proses belajar dalam konvensi.

 ''Saya paham ini baru proses belajar konvensi,'' tuturnya.

 Sebelumnya, konvensi capres dari Partai Demokrat di Surabaya, Jawa Timur, ricuh. Penyebabnya, lantaran tim Marzuki tidak mendapat kursi untuk duduk dalam kegiatan debat bernegara itu. Alhasil, di kegiatan bergengsi tersebut terjadi aksi saling lempar kursi.(okz)