
JAKARTA, GORIAU.COM - Ribuan massa pendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mulai memaksa menembus barikade polisi yang menutup akses menuju Mahkamah Konstitusi, Jalan Merdeka Barat. Mereka menggunakan tiga buah mobil serupa Barakuda, dua berwarna hitam dan satu bermotif loreng.(Baca:Polisi Yakin Situasi Sidang Putusan MK Kondusif)
Ratusan orang yang sebagian besar menggunakan seragam loreng dan kemeja putih dengan lambang garuda merah di dada bagian kanan tersebut menarik-narik kawat berduri barikade dengan papan penjaga jalan, cone oranye, dan bahkan atribut bendera atau syal yang mereka kenakan. "Buka! Buka! Buka!" mereka berseru.
Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar Hendro Pandowo pun turun tangan dan meminta demonstran tenang. Namun mereka tetap memaksa masuk. Massa terus berteriak agar barikade dibukakan.
Massa yang menyebut dirinya sebagai Laskar Merah Putih ini membawa atribut bendera Partai Keadilan Sejahtera, Pemuda Pancasila, dan pocong-pocongan. Mereka pun mulai membacakan shalawat nabi.
Ketegangan makin meruap sewaktu polisi mulai menyiagakan barisan dan empat ekor anjing yang sudah terlatih. Barakuda dan mobil armor polisi mulai dinyalakan. Hingga saat ini belum ada bentrokan fisik yang terjadi meski massa Prabowo sempat melemparkan botol minuman untuk memprovokasi polisi. (Baca:Jika Kalah, Massa Prabowo Ancam Masuk ke Gedung MK)
Koordinator demo meneriakkan agar massa meredam emosi. "Ini adalah aksi damai!" ujar koordinator tersebut dengan berteriak. ***