KUALALUMPUR, GORIAU.COM - Perdana Menteri Malaysia Nazib Razak menegaskan puing yang ditemukan di Pulau La Reunion, Samudera Hindia, merupakan bagian dari pesawat Malaysia Airlines. Menindaklanjuti kepastian bagian dari MH370 ini, Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan keluarga penumpang WNI yang ikut jadi korban.

Ada 7 WNI yang berada dalam pesawat dengan rute penerbangan Kuala Lumpur-Beijing pada 8 Maret 2014. Direktur Perlindungan WNI & Bantuan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu M Iqbal, menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga korban MH370.

"Setelah puing yang diduga dari MH370 ditemukan, Kemlu sudah berkomunikasi dengan keluarga WNI yang ada di pesawat," kata Iqbal saat dihubungi, Kamis (6/8/2015).

"Kita juga sudah melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengklaim hak-hak kematian para WNI yang di penerbangan MH370," lanjutnya.

Kemlu juga sudah berkomunikasi dengan pihak Malaysia Airlines di Jakarta. Dengan kabar kepastian puing merupakan bagian dari pesawat MH370, Iqbal menyebut keluarga korban harus mengurus pemenuhan hak yang didapatkan.

"Namun kita ketahui, apapun kompensasi yang mereka dapatkan tidak akan dapat menggantikan rasa kehilangan," sambungnya.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak kepada wartawan di Kuala Lumpur memberikan pernyataan kepastian puing yang ditemukan di Pulau La Reunion, memang bagian pesawat MH370.

"Hari ini, 515 hari sejak pesawat menghilang, dengan sangat berat hati saya harus menyampaikan bahwa tim pakar internasional telah memastikan puing-puing pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion memang dari MH370," kata Najib Razak sebagaimana dilansir AFP.

"Kami sekarang memiliki bukti fisik itu, seperti yang saya umumkan pada tanggal 24 Maret tahun lalu, penerbangan MH370 berakhir tragis di Samudera Hindia selatan," sambungnya.***