YUNG Leman lagi minum kopi sambil baca koran di halaman depan, ketika tiba-tiba dipukul dengan piring seng oleh Siti, istrinya, dan tepat mengenai kepala botaknya...

Nggak ada hujan nggak ada angin, tiba-tiba digituin, Yung Leman langsung marah-marah.

''Bini durhaka... ngapain mukul-mukul kepala aku????'' Yung Leman memaki istrinya.

''Dasar laki-laki hidung belang... laki-laki buaya... siapa tu DESI yang kau tulis namanya di kertas dalam dompetmu?'' Siti balik memaki Yung Leman.

Mendengar nama Desi, Yung Leman sempat gelagapan, nyaris kepergok selingkuhnya dengan DESI, untung otak jeniusnya langsung berputar dan ketemu jurus ampuh buat menghindar...

''Oh... rupanya itu toh... DESI itu nama Kuda taruhan, kemarin aku main taruhan dengan temen-teman di kantor...''

Untung sang istri langsung percaya saja , dan perang dunia tak jadi meletus...

Tiga hari kemudian... toeng... kali ini rantang mendarat di kepala Yung Leman yang botak. Yung Leman nyaris semaput... Ia langsung marah-marah pada istrinya...

''Apa lagi sih... ada apa lagi ni... dasar bini durhaka...!''

Siti dengan kalem menjawab, ''Tuh... kuda taruhanmu nelpon, katanya janji ketemu sama kamu...''