YUNG LEMAN melamar kerja ke sebuah perusahaan. Setelah mengikuti tes tertulis, ia dipanggil untuk wawancara.

''Selamat, Anda telah berhasil menempuh semua tes yang kami adakan. Kini Anda menghadapi tes terakhir, yakni tes interview. Kami akan mengajukan pertanyaan, Anda bisa memilih,'' manejer HRD perusahaan itu.

''Pilihannya, Anda menjawab 10 pertanyaan gampang atau 1 pertanyaan yang sulit yang memerlukan jawaban logis. Nah, kami berikan pada Andauntuk memilih jenis pertanyaan dari kami.''

Setelah beberapa saat berpikir, Yung Leman dengan yakin berkata, ''Kalo begitu, saya akan memilih 1 pertanyaan sulit saja.''

''Baiklah, '' kata sang manejer, lalu mengajukan satu pertanyaan, ''Menurut Anda, duluan mana siang atau malam?''

Mendengar pertanyaan itu, Yung Leman langsung terperangah. Setelah agak lama berpikir, ia kemudian menjawab dengan mantap, ''Duluan siang, Pak!''

Lalu sang manejer HRD kembali bertanya, ''Mengapa Anda menganggap lebih dahulu siang dibanding malam, apa alasannya?''

Tanpa pikir lagi, Yung Leman langsung berkata, ''Maaf Pak, bukankah tadi Bapak sudah berjanji hanya akan menanyakan 1 pertanyaan sulit saja?!''***