PADANG, GORIAU.COM - Akibat pembakaran hutan di provinsi Riau dan Jambi, menyebabkan kota Padang selama dua hari terakhir kembali diselimuti asap tebal. Kondisi yang sama juga terjadi di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Jarak pandang bahkan menurun drastis hingga 500 meter.

Selama dua hari, warga di kota Padang kembali terganggu, akibat kabut asap kiriman dari Riau dan Jambi. Jarak pandang menjadi terganggu dan sebagian warga terpaksa berdiam di rumah karena khawatir terserang inveksi saluran pernapasan. Pemda setempat terkesan pasrah dan menganggap kabut asap gejala biasa yang kerap dilakukan warga dalam membuka lahan.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat ada 300 titik api di dua provinsi yaitu Riau dan Jambi, yang mengirim kabut asap hingga ke Sumatera Barat. Kabut asap juga menyelimuti kota Panyambungan di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Jarak pandang menjadi terganggu hanya sebatas 500 meter. Hal ini juga terjadi disejumlah jalan di kota Mandailing Natal, termasuk jalur lintas tengah.

Kondisi seperti ini sudah terjadi selama sepekan terakhir. Akibat kabut asap, warga khawatir terganggu kesehatannya akibat buruknya kualitas udara. ***