JAKARTA, GORIAU.COM - Menteri Keuangan Chatib Basri, mengatakan, deklarasi Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden menyebabkan penguatan rupiah 30 poin, Jumat (14/3/2014).

Menurutnya, penguatan rupiah tersebut merupakan fenomena inflow dari luar yang hanya terlihat di penguatan. "Kalau inflow dari luar tajam itu pasti rupiahnya yang tajam. Kalau rupiahnya setahu saya naik 30 poin Rp11.300 atau berapa gitu, tapi kalau di stock market itu berarti fenomena lokal," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/3/2014).Chatib menambahkan dalam beberapa hari terakhir rupiah dalam posisi negatif. Namun ketika terjadi fenomena lokal akhirnya rupiah menguat. Hal tersebut menyebabkan banyak investor membeli bonds (obligasi) yang mengakibatkan yield (hasil) menurun."Beberapa terakhir itu kan negatif terus kan. Tapi rupiahnya menguat kan. Nah, karena itu orang masuk ke bonds, makanya yield-nya turun, gitu. Jadi kalau misalnya stock marketnya menguat tajam, rupiahnya more or less stable, itu fenomena lokal," paparnya.Pengumuman Jokowi siap menjadi capres PDIP menyebabkan setimen positif pasar, diantaranya adalah penguatan IHSG yang meroket 152,47 poin hingga penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar menjadi Rp11.356 dari sebelumnya Rp11.408.***