PEKANBARU - Pemerintah berupaya menurunkan kasus stunting di Kota Pekanbaru. Satu caranya dengan melakukan pendampingan bagi para calon pengantin jelang melangsungkan pernikahan.

Proses pendampingan bisa dilakukan lewat aplikasi eletronik siap nikah dan hamil (Elsimil). Adanya pendampingan lewat aplikasi Elsimil bertujuan sebagai edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Pekanbaru Muhammad Amin, mengimbau agar para calon pengantin menyertakan sertifikat Elsimil. Ia menyebut bahwa calon pengantin saat ini diwajibkan menyertakan sertifikat ELSIMIL sebagai persyaratan daftar nikah di KUA.

"Kami mendorong agar para calon pengantin bisa mendapat sertifikat Elsimil sebelum melangsungkan pernikahan," ungkapnya dalam Mini Lokakarya Dalam Percepatan dan Penurunan Stunting di Kota Pekanbaru, Selasa (20/12).

Amin menjelaskan bahwa aplikasi Elsimil merupakan program aplikasi untuk pencegahan stunting. Aplikasi ini ditujukan bagi calon pengantin yang akan daftar nikah di KUA.

Para calon pengantin bisa mendapatkan sertifikat Elsimil dengan mengunduh atau aplikasi di Play Store sebelum melakukan daftar nikah. Ia menilai pendampingan lewat aplikasi Elsimil menjadi upaya menekan kasus stunting yang diawali dari pasangan calon pengantin.

Aplikasi ini diterapkan di seluruh Indonesia dengan menggandeng seluruh elemen yang ada. Ia menyebut aplikasi Elsimil berfungsi sebagai alat skrining kondisi calon pengantin.

Aplikasi ini menghubungkan calon pengantin dengan petugas pendamping sehingga bisa memberi edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil. Adanya aplikasi ini untuk untuk memantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan treatmen peningkatan status gizi. ***