KUALA LUMPUR, GORIAU.COM - Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim berjanji menciptakan kebebasan pers bila dirinya menjadi perdana menteri. Hal tersebut dia sampaikan usai memberikan hak suaranya.
''Hari ini saya menang besok media saya bebaskan sepenuhnya,'' kata Anwar di SD Seri Penanti, Kubang Semang, Penang, Minggu (5/5).
Polisi Malaysia memang membatasi peliputan pemilihan umum. Hanya wartawan yang mendapat ID dan surat dari KPU Malaysia yang berhak memasuki TPS.
Anwar juga mengeluhkan dirinya saja tak pernah semenit pun muncul di stasiun-stasiun televisi milik pemerintah.
Anwar yakin oposisi bakal menang pada pemilihan ke-13 ini. Namun dia mengaku tidak memiliki nazar jika kelompok pembangkang berhasil menumbangkan rezim barisan nasional.
Anwar tiba di TPS sekitar pukul 08.30 waktu setempat dan langsung dikerumuni para penggemarnya.
Tinta Celup Mudah Luntur
Dugaan kecurangan terjadi di TPS tempat pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim. Di tempat pencoblosan yang terletak di SD Seri Penanti, Kubang Semang, Penang, Malaysia, tinta yang dicelupkan di tangan pemilih usai nyoblos ternyata mudah luntur.
Salah seorang warga menunjukkan kepada Anwar Ibrahim tinta yang dicelupkan di jarinya telah luntur. Ini bisa mengakibatkan pemilih yang sudah mencoblos bisa menggunakan hak suara lagi lantaran bekas tinta di tangannya bisa cepat hilang.
''Tengok ini, padahal belum sejam tinta sudah hilang,'' kata Anwar kepada para wartawan usai mencoblos sembari menunjukkan tinta yang sudah terhapus dari jari salah seorang pemilih, Minggu (5/5).
Anwar mengaku sangat menyayangkan kejadian ini lantaran buruknya kualitas tinta bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.
Usai mencoblos, Anwar melanjutkan kunjungan ke sejumlah TPS di daerah pemilihan Permatang Pauh. Selanjutnya, dia bakal kembali ke Kuala Lumpur untuk menunggu hasil pengumuman, kemungkinan selepas jam 9 malam nanti.***


