
PEKANBARU – Video Wakil Bupati Kampar, Misharti, yang terlihat memarahi seorang guru terkait unggahan kondisi sekolah dasar (SD) berdinding triplek di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memastikan pihaknya akan memanggil Misharti untuk meminta klarifikasi terkait peristiwa yang videonya telah beredar luas di media sosial tersebut.
Tak hanya Misharti, SF Hariyanto juga menyatakan akan meminta keterangan dari Bupati Kampar. Namun, kepala daerah tersebut saat ini tengah menjalankan ibadah umrah.
"Kita akan panggil yang bersangkutan, dan kita juga panggil Bupati Kampar yang saat ini tengah umrah," ujar SF Hariyanto singkat usai mengikuti rapat paripurna, Senin (28/9/2026).
SF Hariyanto belum menjelaskan kapan pemanggilan tersebut akan dilakukan. Namun, ia memastikan persoalan yang telah menjadi perhatian publik itu akan ditindaklanjuti.
Video yang beredar sebelumnya memperlihatkan Misharti tengah berbicara dengan seorang guru. Dalam video tersebut, Misharti mempertanyakan tindakan guru yang mengunggah kondisi sekolah ke media sosial hingga menjadi viral.
Guru tersebut sebelumnya memviralkan kondisi sebuah SD kelas jauh di Kecamatan Tapung yang masih menggunakan dinding berbahan triplek.
Unggahan itu kemudian menarik perhatian publik karena memperlihatkan kondisi sarana pendidikan yang dinilai memprihatinkan.
Persoalan semakin menjadi sorotan setelah muncul video yang memperlihatkan respons Wakil Bupati Kampar terhadap guru tersebut. Peristiwa ini pun memunculkan perdebatan di tengah masyarakat mengenai bagaimana pemerintah daerah seharusnya merespons kritik terkait kondisi fasilitas pendidikan.
Di satu sisi, persoalan kondisi sekolah membutuhkan perhatian dan penanganan pemerintah. Di sisi lain, Pemprov Riau perlu mengetahui secara utuh konteks komunikasi antara pejabat daerah dan guru tersebut sebelum mengambil kesimpulan.
Pemanggilan Misharti dan Bupati Kampar nantinya diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai duduk perkara sebenarnya, termasuk kondisi sekolah yang dipersoalkan, alasan unggahan tersebut dibuat, serta respons pemerintah daerah terhadap kritik yang disampaikan guru.
Pemprov Riau pun kini menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait untuk memastikan persoalan tersebut dapat dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial. ***