
PEKANBARU - Ancaman kabut asap kembali membayangi warga Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sebelumnya telah dinyatakan padam dan hanya menyisakan asap tipis, kembali memunculkan titik api pada Kamis (3/9/2026) siang.
Kepala BPBD Kabupaten Inhil, R Arliansyah membenarkan kemunculan kembali titik api di areal bekas kebakaran tersebut, tepatnya di sekitar Parit 19 dan Parit 17. Ia menyebut karakteristik lahan yang terbakar menjadi kendala tersendiri bagi petugas di lapangan.
"Titik api kembali muncul di areal yang sebelumnya sudah sempat padam. Yang terbakar merupakan lahan gambut," jelasnya.
Lahan gambut berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah yang sewaktu-waktu dapat menyala kembali akibat hembusan angin, meski bagian permukaan tampak telah basah dan padam.
Armada Udara Dialihkan
Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Edy Afrizal turut merespons perkembangan kondisi di Tembilahan. Ia menerima laporan bahwa api kembali menjalar di lahan yang sempat dihijaukan tersebut.
"Kemarin kan sudah padam, rupanya siang ini dilaporkan titik api muncul lagi," sebutnya.
Edy memaparkan, helikopter water bombing yang sebelumnya diturunkan untuk mengguyur lokasi dari udara kini sudah digeser. Mengingat api sempat dinilai telah padam sepenuhnya, armada helikopter dialihkan hari ini untuk menangani Karhutla di sejumlah wilayah lain yang sedang membutuhkan, yakni Kabupaten Indragiri Hulu, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti.
Upaya Melokalisasi Api di Darat
Tanpa dukungan armada udara, tim gabungan di lokasi mempercepat upaya pemadaman dari jalur darat untuk memutus penjalaran api. Mereka berjibaku agar titik api tidak meluas dan merembet ke perkebunan warga lainnya.
Personel yang diterjunkan ke lokasi terdiri dari unsur TNI yang melibatkan prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) Inhil, Polri, BPBD, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil. Proses lokalisasi api ini juga mendapat dukungan tenaga dan peralatan dari regu pemadam Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Inhil.
Sebagai informasi, Karhutla di kawasan Sungai Beringin ini pertama kali terpantau menyala pada 27 Agustus 2026. Kobaran api telah menghanguskan hamparan semak belukar serta area perkebunan kelapa dengan luasan diperkirakan mencapai 10 hektare, yang sempat membuat wilayah Tembilahan dan sekitarnya diselimuti kabut asap pekat. ***