PEKANBARU - Pengendara di Kota Pekanbaru yang kerap terjebak antrean panjang di kawasan Simpang SKA segera bisa bernapas lega. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kini mulai mengeksekusi proyek pelebaran ruas Jalan Tuanku Tambusai guna mengurai benang kusut kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga, terutama saat jam sibuk dan akhir pekan.

Sebagai langkah awal, kawasan yang menjadi titik rawan kepadatan lalu lintas tersebut tengah disterilkan dari deretan pohon peneduh. Puluhan pohon yang dibongkar tidak dimatikan, melainkan dipindahkan dan ditanam kembali di kawasan Tenayan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Pekanbaru.

"Saat ini, DLHK Kota Pekanbaru tengah melakukan pembongkaran pohon, yang nanti akan ditanam lagi di Tenayan. Kalau sudah selesai, baru kita kerja untuk pelebaran," jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Zulfahmi, Kamis (3/9/2026).

Spesifikasi Pelebaran Jalan

Proyek infrastruktur ini difokuskan pada ruas jalan di sekitar Rumah Sakit Hermina. Nantinya, kapasitas badan jalan akan diperluas secara signifikan dengan desain dua jalur yang masing-masing membentang selebar 14 meter. Setiap jalur tersebut dirancang untuk dapat menampung hingga empat lajur kendaraan secara bersamaan, memberikan ruang gerak yang jauh lebih leluasa bagi para pengguna jalan.

Target Selesai Akhir Tahun

Pengerjaan fisik jalan dikebut agar rampung sebelum pergantian kalender. Zulfahmi menargetkan seluruh rangkaian pelebaran jalan sudah bisa beroperasi penuh pada Desember mendatang. Bersamaan dengan selesainya proyek fisik tersebut, rekayasa arus lalu lintas berupa penutupan persimpangan lampu merah (traffic light) di titik temu Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai juga akan diberlakukan secara permanen.

"Target kita Desember sebelum akhir tahun sudah selesai. Jadi sebelum masuk tahun 2027, sudah diberlakukan penutupan Simpang SKA," rincinya.

Pengerjaan fasilitas publik ini merupakan respons cepat pemerintah daerah atas keluhan masyarakat yang jenuh dengan kondisi lalu lintas harian yang padat merayap. Titik pertemuan arus kendaraan di Simpang SKA selama ini menjadi penyumbang kemacetan yang cukup parah dan menyita waktu warga.

"Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam-jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrean panjang hingga macet, terutama saat akhir pekan, dan ini sering dikeluhkan warga," pungkasnya. ***