PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengintai sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Titik api yang sebelumnya berhasil didinginkan dan hanya menyisakan kepulan asap tipis kini kembali menyala, memaksa tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla mengerahkan armada helikopter water bombing (bom air) untuk menggempur api dari udara, Kamis (3/9/2026).

Lahan Gambut Kembali Menyala

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau, Edy Afrizal mengungkapkan bahwa fokus operasi udara hari ini diarahkan ke Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Bengkalis. Di Inhu, helikopter menjatuhkan air di kawasan Rantau Mempesai dan Sungai Guntung Hilir.

"Di Sungai Guntung Hilir sebelumnya sempat padam, tetapi hari ini kembali menyala," ungkapnya.

Kondisi serupa juga terpantau di wilayah Kabupaten Bengkalis, tepatnya di daerah Pinggir dan Pematang Pudu. Lahan yang tadinya diyakini sudah aman dari kobaran api, secara mengejutkan kembali terbakar dan membutuhkan penanganan ekstra.

"Di Pematang Pudu juga sebelumnya sempat padam, tinggal asap tipis di bekas areal terbakar. Tapi hari ini kembali berkobar," jelasnya.

Titik Api Baru dan Akses Sulit

Selain menangani titik api lama yang kembali hidup, tim pemadam juga mendeteksi munculnya titik api baru di Kabupaten Kepulauan Meranti. Saat ini, regu pemadam darat tengah berupaya keras melokalisasi kobaran api di Desa Gemala Sari agar tidak merembet ke hamparan lahan lainnya.

Menurut Edy, pergerakan armada udara ini menjadi tulang punggung bagi pasukan darat yang terdiri dari gabungan personel TNI, Polri, Manggala Agni, dan BPBD. Terbatasnya akses kendaraan roda empat dan roda dua menembus rapatnya vegetasi hutan, serta minimnya ketersediaan sumber air di lokasi kebakaran, membuat helikopter menjadi solusi utama untuk memutus laju api.

"Helikopter water bombing kita fokuskan di titik-titik yang aksesnya sulit dijangkau tim darat, termasuk area yang jauh dari sumber air," pungkasnya. ***