PEKANBARU - Kabaharkam Polri, Komjen Pol Herry Heryawan menitipkan pesan kelestarian alam dan kepedulian sosial kepada warga Riau dalam acara perpisahannya di Gedung LAMR, Kota Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026). Bertugas di Bumi Lancang Kuning memberikannya pemahaman mendalam tentang ekologi.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjabat sebagai Kapolda Riau terdapat kebijakan atau tutur kata yang kurang berkenan. Baginya, bertugas di Riau menjadi proses pembelajaran tentang bagaimana menjaga keharmonisan antara manusia, adat, dan bentang alam.

Herry menyoroti pentingnya perlindungan terhadap satwa langka seperti gajah, serta pencegahan pembalakan liar yang merusak ekosistem hutan dan sungai. Wilayah ini mengajarkannya bahwa gambut bukanlah sekadar lahan, melainkan warisan berharga untuk generasi yang akan datang.

Selain isu lingkungan, Herry juga mengingatkan perlunya peningkatan kepedulian sosial terhadap daerah-daerah pesisir dan terluar. Ia secara spesifik menyebut beberapa kabupaten yang membutuhkan intervensi dan perhatian lebih dari semua pihak.

Kehidupan masyarakat di kawasan tersebut kerap berhadapan dengan tantangan ekonomi dan geografis. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk tidak mengabaikan nasib warga di pesisir.

"Saya menyoroti perlunya perhatian lebih kepada masyarakat kita yang berada di wilayah Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti," paparnya.

Pengalaman memimpin pengamanan berbasis kelestarian lingkungan di Riau membuahkan hasil positif yang siap diimplementasikan dalam skala lebih luas. Konsep Green Policing yang digagasnya di Riau akan menjadi bagian dari strategi keamanan kepolisian pusat.

Herry menyebutkan bahwa program tersebut telah diterima oleh Kapolri. Ke depannya, pendekatan pengamanan yang berwawasan lingkungan ini akan didorong agar diterapkan secara masif oleh seluruh Polda dan Polres di Indonesia.

"Rawat adat, lindungi alam, jaga masyarakat," tutupnya. (wpa)