JAKARTA - Ratusan ribu pohon kelapa milik warga di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) perlahan mati membusuk akibat serangan hama kumbang. Bencana ekologis yang diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan oleh sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit ini telah merenggut sumber penghidupan utama masyarakat di dua desa selama sembilan tahun terakhir.

Kondisi memprihatinkan tersebut terjadi di Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuindra dan Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong. Hilangnya produktivitas kebun yang telah dikelola selama puluhan tahun memaksa sebagian warga meninggalkan lahan beserta tempat tinggal mereka demi mencari sumber ekonomi baru.

Menanggapi derita panjang yang dialami masyarakat, Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB, Mafirion Syamsuddin Rogo mendesak pemerintah pusat mengambil langkah nyata. Ia menilai hilangnya mata pencaharian ratusan bahkan ribuan jiwa tidak bisa lagi dipandang sekadar sebagai sengketa perdata biasa.

Desak Intervensi Kementerian HAM

Mafirion secara khusus menyoroti dimensi hak asasi manusia dalam konflik yang melibatkan warga dengan anak cabang dari sebuah grup perusahaan besar tersebut. Ketimpangan sumber daya antara masyarakat kecil dan korporasi membuat proses pencarian keadilan menemui jalan buntu.

"Masyarakat kecil jangan sampai kalah hanya karena mereka tidak memiliki sumber daya, akses, dan kekuatan sebesar perusahaan. Di sinilah negara harus hadir memberikan perlindungan," tegasnya.

Ia secara langsung meminta Menteri Hak Asasi Manusia untuk menaruh perhatian penuh dan tidak sekadar menerima laporan administratif dari balik meja kerja. Pihak kementerian didorong untuk turun langsung ke lapangan guna melihat kerusakan kebun secara objektif.

"Kalau masyarakat kehilangan kemampuan mengelola kebunnya, bahkan harus meninggalkan tempat tinggal karena sumber ekonominya hilang, kita harus melihatnya dari perspektif HAM. Jangan tunggu konflik sosial membesar baru negara bergerak," bebernya.

Buka Hasil Kajian Kerusakan

Masyarakat setempat melaporkan bahwa sekitar 300.000 batang kelapa telah hancur total akibat serangan hama. Angka kerusakan fantastis ini sebelumnya dikabarkan telah ditelaah oleh tim ahli bersama pemerintah daerah, perusahaan, dan warga.

Berdasarkan pengaduan masyarakat, kajian yang pernah dipimpin oleh Dr Rustam itu mengonfirmasi adanya keterkaitan antara serangan hama kumbang dengan operasional perkebunan sawit di sekitarnya. Mafirion menuntut agar seluruh dokumen dan metodologi pengujian tersebut dibuka kembali ke ruang publik.

"Dari sana kita dapat menentukan langkah penyelesaian berdasarkan fakta, bukan berdasarkan siapa yang paling kuat," pungkasnya. ***