PEKANBARU - Kualitas udara yang kian memburuk akibat paparan kabut asap mulai berdampak nyata terhadap kondisi kesehatan masyarakat di Kota Pekanbaru. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 5.587 warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kondisi ini menuntut langkah penanganan medis yang lebih dekat dan responsif dari pemerintah daerah.

Merespons tingginya angka kesakitan tersebut, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra meminta Dinas Kesehatan setempat beserta jaringan puskesmas untuk segera menjangkau kawasan permukiman warga. Layanan kesehatan bergerak dinilai sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat yang berdomisili jauh dari jangkauan fasilitas medis utama.

"Kita mendorong pelayanan kesehatan hadir ke permukiman warga agar masyarakat cepat mendapat pelayanan kesehatan. Sekarang kan kualitas udara menurun akibat paparan asap, tentu potensi penyakit pernapasan akan banyak," ujar Ketua Fraksi NasDem DPRD Pekanbaru tersebut, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan data sementara dari Dinas Kesehatan Pekanbaru, angka penderita ISPA yang mencapai ribuan jiwa ini berpeluang terus bertambah seiring dengan kondisi udara yang belum menunjukkan perbaikan signifikan. Oleh karena itu, kehadiran tenaga medis secara langsung di tengah permukiman diyakini mampu memangkas waktu akses pengobatan sekaligus menemukan warga sakit yang belum sempat mendatangi fasilitas kesehatan.

"Jumlah kasus semakin bertambah ini. Jadi kalau pelayanan dihadirkan dekat dengan masyarakat tentu potensi untuk penanganan terkait ISPA ini lebih cepat diakses," paparnya.

Lebih lanjut, Aidhil menyarankan agar instansi terkait segera memetakan titik-titik permukiman padat atau kawasan yang minim akses ke puskesmas untuk menerapkan pola pelayanan jemput bola secara berkala. Penjadwalan layanan keliling ini dapat disesuaikan dengan tingkat urgensi dan kebutuhan riil warga di lapangan.

"Pelayanan seperti jemput bola ini lebih terasa di titik-titik permukiman yang jauh dari puskesmas. Tentu kita mendorong instansi terkait untuk menerapkan pelayanan ini," pungkasnya. ***