PEKANBARU – Hembusan angin pagi mengiringi derap langkah ribuan santri yang memadati Lapangan Pondok Pesantren Darel Hikmah (PPDH) di kawasan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya. Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (22/10/2026), tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi berubah menjadi panggung penegasan peran strategis kaum bersarung dalam pusaran kemajuan bangsa.

Hadir memimpin langsung jalannya upacara, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Dr (HC) Abdul Muhaimin Iskandar, MSi. Kehadirannya tidak hanya membawa pesan kebangsaan dari pemerintah pusat, tetapi juga diiringi aksi sosial nyata berupa penyerahan simbolis bantuan unit ambulans dan penyaluran wakaf yang diperuntukkan bagi 3.024 masjid.

Berdiri tegap di mimbar utama, Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan bahwa santri masa kini memikul tanggung jawab sejarah yang jauh lebih kompleks. Warisan perjuangan para pendiri bangsa harus terus dijaga lewat aksi konkret dan pengabdian di tengah masyarakat luas.

"Santri harus menjadi perekat persaudaraan yang terus merawat ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah di tengah keberagaman," tegasnya memecah keheningan peserta upacara.

Lebih lanjut, ia menantang para penghuni bilik pesantren untuk berani memadukan tradisi agama dengan modernisasi. Penguasaan ilmu agama wajib berjalan selaras dengan kecakapan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. Santri dituntut mulai membangun insting kewirausahaan agar kelak mampu tampil ke depan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Kesederhanaan yang selama ini menjadi napas kehidupan pesantren, paparnya, justru menjadi pijakan utama dalam membentuk ketangguhan karakter. Berbekal kejujuran, kedisiplinan, serta penghormatan kepada guru, generasi muda ini diyakini mampu melahirkan SDM unggulan yang siap menambal ketertinggalan daerah.

Gelaran yang berlangsung tertib hingga pukul 10.00 WIB ini turut menjadi episentrum bertemunya sejumlah figur penting nasional dan kepala daerah. Di deretan tamu kehormatan, tampak hadir Wakil Ketua DPR RI, Dr Dusun Ahmad Syamsurizal, MAP serta Sekjen sekaligus anggota DPR RI, Dr Muhammad Hattanuddin Wahid, SAg MHum.

Turut berbaur bersama Pemimpin PPDH, Amaran Suardi, SE, hadir pula Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, SSos MS, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) Asmar, dan pengurus DPD PKB dari Fraksi PKB DPR RI, Jazinul Fawaid.

Sebelum seluruh barisan dibubarkan, para tamu undangan sempat disuguhi pertunjukan tari persembahan dan pemutaran sinema dokumenter HSN. Momentum mengheningkan cipta serta pembacaan Resolusi Santri pagi itu kembali mengunci ingatan ribuan peserta akan besarnya harga sebuah kemerdekaan yang dulu turut dipertahankan dengan pertumpahan darah para santri dan ulama. (wpa)