SELATPANJANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Alahair, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (21/10/2026) petang. Seorang pemuda berusia 19 tahun meninggal setelah sepeda motor yang dikendarainya terjatuh di jalan licin dan ditabrak kendaraan dari arah berlawanan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Bayu Aji (19), seorang pelajar asal Jalan Batang Suntai, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka, dua di antaranya luka berat.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasatlantas AKP Sardianto, S.E., membenarkan kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB tersebut.

Menurut Sardianto, insiden bermula ketika Bayu mengendarai sepeda motor Yamaha RX King bernomor polisi BM 2346 XJ dari Selatpanjang menuju rumahnya di wilayah Mantiasa.

Saat melintasi Jalan Alahair, motor yang dikendarai korban diduga kehilangan kendali akibat kondisi jalan licin setelah diguyur hujan.

"Sepeda motor RX King terjatuh ke arah kanan jalan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Scoopy yang kemudian menabrak kendaraan tersebut," ujar Sardianto, Kamis (22/10/2026).

Honda Scoopy bernomor polisi BM 5822 XF itu dikendarai Deni Gustiawan (28), warga Jalan Sei Niur, Kecamatan Tebing Tinggi, dengan membonceng Syafrizal (37).

Benturan tersebut menyebabkan Honda Scoopy ikut terjatuh ke sisi kiri jalan. Keempat orang yang berada di kedua kendaraan menjadi korban kecelakaan.

Bayu dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara penumpang RX King, Didi Safitra (19), warga Batang Suntai, mengalami luka berat.

Pengendara Honda Scoopy, Deni Gustiawan, juga mengalami luka berat, sedangkan penumpangnya, Syafrizal, menderita luka ringan.

"Akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia di tempat, dua mengalami luka berat dan satu lainnya luka ringan. Para korban selanjutnya dibawa ke RSUD Dorak untuk mendapatkan penanganan medis," jelasnya.

Sardianto mengungkapkan, kondisi jalan saat kejadian relatif sepi dengan cuaca gerimis. Selain permukaan aspal yang licin, penerangan di sekitar lokasi juga minim.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas saat hujan maupun menjelang malam.

Pihak kepolisian juga telah mengantongi keterangan sejumlah saksi untuk mendalami rangkaian peristiwa tersebut.

Satlantas Polres Kepulauan Meranti mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melintasi ruas jalan yang basah dan minim penerangan.

Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima guna menghindari kecelakaan serupa. ***