TELUKKUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mempertegas komitmen pembangunan berkeadilan di tengah tantangan keterbatasan anggaran daerah.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, Muklisin, dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kuansing di Telukkuantan, Senin (12/10/2026). Sidang paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kuansing Juprizal bersama wakil ketua Satria Mandala Putra dan Romi Alfisah Putra.

Mengusung tema "Harmoni untuk Kuansing Hebat", Muklisin menekankan pentingnya penyelarasan langkah antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dan masyarakat demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

"Ruang fiskal daerah semakin terbatas dan kebutuhan masyarakat semakin besar. Namun, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi penghalang aksekerasi kinerja, melainkan menjadi pendorong inovasi dan penguatan kolaborasi," ujar Muklisin di hadapan anggota DPRD dan tamu undangan.

Dalam pidatonya, Muklisin memaparkan sejumlah indikator capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Yakni, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kuansing melonjak signifikan dari 3,12 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025, melampaui rata-rata Provinsi Riau.

Kemudian, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 7,89 persen (2024) menjadi 6,99 persen (2025) melalui program intervensi sosial yang lebih tepat sasaran. Indek pembangunan manusia (IPM) meningkat dari 74,00 pada 2024 menjadi 74,62 pada 2025. Upaya ini diperkuat pada 2026 melalui hadirnya Sekolah Rakyat untuk mencegah anak putus sekolah. Tingkat pengangguran terbuka tahun 2025 tercatat sebesar 2,84 persen.

Di bidang pendidikan, pemerintah merealisasikan anggaran pusat senilai Rp54,7 miliar (2024–2026) untuk pembangunan dan rehabilitasi 48 PAUD, 28 SD, dan 28 SMP, di samping alokasi APBD untuk revitalisasi sarana dan penyerahan beasiswa ke berbagai perguruan tinggi negeri.

Pada sektor kesehatan, pemenuhan jaminan layanan melalui Universal Health Coverage (UHC) pada 2026 telah mencakup 97,29 persen atau 92.817 jiwa. Sementara di sektor infrastruktur, Pemkab Kuansing telah menangani pengaspalan dan peningkatan jalan sepanjang 31,01 km dalam tiga tahun terakhir, merealisasikan 930 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), serta mengusulkan penataan Kawasan Strategis Wisata Pacu Jalur Tepian Narosa senilai Rp378,11 miliar ke APBN.

Atas capaian tata kelola tersebut, Indeks Pelayanan Publik Kabupaten Kuansing pada tahun 2025 meraih nilai 4,47 persen dengan Predikat A.

"Seluruh capaian ini harus kita selami dengan dua sikap dasar: bersyukur tetapi tidak boleh terlena, bangga tetapi tidak boleh berpuas diri, serta optimistis namun tetap realistis," kata Muklisin.

Sidang paripurna DPRD Kuansing dengan agenda HUT ke-27 Kuansing dihadiri oleh Plt Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Satpol PP Riau, drg Sri Sadono. Kemudian, juga hadiri tokoh para pendiri kabupaten, kepala daerah kabupaten tetangga.***