
PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD LVRI Provinsi Riau, Mayor (Purn) TNI M Yusuf Sumardi mengungkapkan saat ini hanya tersisa 191 anggota veteran yang masih aktif di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikannya dalam agenda pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI LVRI Provinsi Riau, Senin (12/10/2026).
Ratusan veteran tersebut tersebar di sembilan Markas Cabang (Macab) yang meliputi Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti. Rincian anggota aktif terdiri dari KRI 9 orang, Seroja 6 orang, Dwikora 47 orang, dan Veteran Perdamaian sebanyak 119 orang.
"Musda XI memiliki nilai penting bagi keberlangsungan organisasi, evaluasi program kerja, serta penentuan arah kebijakan ke depan," jelasnya.
Merespons dinamika organisasi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kelancaran aktivitas LVRI. Plt Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial (Kadis) Provinsi Riau, Tengku Arifin, SE MM, hadir langsung membawa pesan dukungan pemerintah daerah.
Pemprov Riau bertekad bahwa kerja sama yang terjalin tidak boleh berhenti pada batas agenda seremonial semata. Dukungan akan diwujudkan melalui program-program nyata yang disesuaikan dengan kewenangan serta kemampuan anggaran daerah.
"Pemerintah daerah terbuka terhadap saran, masukan, dan kritik dari keluarga besar LVRI sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan," paparnya.
Lebih lanjut, peran strategis LVRI sangat dinantikan pemerintah untuk membantu menanamkan rasa kebangsaan pada generasi muda Riau. Pengalaman sejarah para pejuang diyakini mampu menjaga semangat persatuan dan nilai-nilai pengabdian di tengah disrupsi zaman.
Melalui forum musyawarah ini, seluruh elemen berharap lahirnya keputusan konstruktif yang membawa kemajuan bagi organisasi. Terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan hidup para veteran beserta keluarga besar mereka di masa mendatang. (wpa)