
PEKANBARU - Ketua Umum DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Jenderal TNI (Purn) Mantiri secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI LVRI Provinsi Riau, Senin (12/10/2026). Agenda yang memfokuskan pada pewarisan jiwa dan semangat 45 kepada generasi muda ini berlangsung tertib di bawah pengawalan berbagai elemen pertahanan dan pemerintahan daerah.
Turut hadir dalam perhelatan tersebut Pangdam XIX/TT, Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo, SAP MM CHRMP, yang menyoroti ancaman kesenjangan pola pikir antargenerasi. Perkembangan teknologi yang masif dinilai berpotensi meningkatkan sikap individualisme di tengah masyarakat.
"Kehadiran para veteran sangat diperlukan sebagai sumber pengalaman sejarah dalam pembinaan karakter secara berkelanjutan," tegasnya.
Pangdam menekankan bahwa semangat perjuangan veteran adalah landasan utama dalam mempertahankan kemerdekaan dan memperkuat rasa nasionalisme. Internalisasi wawasan kebangsaan dan nilai bela negara perlu terus digencarkan melalui berbagai kegiatan pembinaan.
Menanggapi hal tersebut, Jenderal TNI (Purn) Mantiri menyatakan bahwa Provinsi Riau memiliki jejak historis perjuangan yang kuat. Dari bumi Melayu ini telah lahir banyak tokoh yang memberikan pengabdian tulus bagi keutuhan negara.
"Semangat pengorbanan para veteran hendaknya menjadi landasan moral bagi setiap pengurus dalam mengambil keputusan dan menentukan kebijakan," paparnya.
Musda XI ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi merupakan ruang evaluasi strategis bagi program kerja LVRI di Riau. Organisasi dituntut mampu melahirkan pemimpin yang inovatif serta siap bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat.
Para pengurus baru nantinya diharapkan bisa menyusun program kerja yang realistis, terukur, dan berdampak langsung pada kesejahteraan anggota. Rangkaian pembukaan Musda tersebut ditutup dengan sesi penyerahan cinderamata dan ramah tamah. (wpa)