PEKANBARU - Kabut asap sisa pembakaran kembali menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru pada Kamis (8/10/2026). Berdasarkan pantauan lapangan GoRiau.com, ketebalan asap pada hari ini terpantau sedikit menurun dibandingkan intensitas kemarin yang jauh lebih pekat, namun kualitas udara tetap berada pada level berbahaya sehingga warga diwajibkan menggunakan masker.

Kondisi udara pekat ini terpantau jelas membatasi jarak pandang di sejumlah ruas jalan utama. Kawasan Marpoyan dan Jalan Jenderal Sudirman menjadi titik dengan paparan kabut asap yang cukup pekat sejak pagi hari.

Kualitas Udara Sentuh Indeks Berbahaya

Berdasarkan data aplikasi pemantau kualitas udara IQAir stasiun Pekanbaru - Panam pada pukul 06.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat menembus angka 724. Polutan utama berupa partikel debu halus PM2.5 mencapai konsentrasi 437,8 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut mengonfirmasi bahwa udara di wilayah ini sangat tidak sehat untuk dihirup secara langsung tanpa alat pelindung. Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan demi mencegah gangguan saluran pernapasan akibat paparan partikel halus tersebut.

Cuaca Menahan Partikel Asap

Faktor cuaca turut memengaruhi lambatnya pergerakan polusi di udara permukaan. Pantauan cuaca menunjukkan suhu udara pagi berada di angka 24 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 98 persen.

Kecepatan angin yang bergerak lambat di angka 1,0 kilometer per jam membuat partikel asap cenderung tertahan. Kondisi ini menyebabkan kabut asap sulit terurai dari wilayah perkotaan. ***