
TELUKKUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mencatatkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp153,41 miliar hingga akhir September 2026. Angka tersebut setara dengan 60,07 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp255,40 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kuansing, Masrul Hakim, menyatakan bahwa perolehan tersebut ditopang oleh kinerja penerimaan pajak daerah yang telah mencapai Rp83,37 miliar atau 72,05 persen dari target Rp115,72 miliar.
Komoditas utama pendorong pajak daerah mencakup Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang terealisasi Rp21,14 miliar (89,04%), Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp20,48 miliar (79,40%), serta Pajak Air Tanah yang menembus Rp806,87 juta atau 201,72 persen dari target.
Meski demikian, Masrul menyoroti sejumlah sektor pendapatan yang capaian kinerjanya masih relatif rendah, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang baru terealisasi Rp4,25 miliar atau 38,05 persen dari target Rp11,19 miliar.
Mengingat batas akhir pembayaran PBB-P2 jatuh pada 31 Oktober 2026, Bapenda Kuansing mengintensifkan langkah percepatan penagihan di lapangan.
"Kita akan fokus di realisasi yang masih rendah, seperti PBB. PBB terakhir 31 Oktober," kata Masrul Hakim saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026). "Kita intens koordinasi dengan kecamatan dan selalu memantau progres serta melihat permasalahan di desa untuk dicarikan solusinya."
Masrul mengimbau seluruh wajib pajak di Kabupaten Kuansing untuk segera melunasi kewajiban perpajakannya sebelum tenggat waktu berakhir guna menghindari sanksi administratif denda keterlambatan.
"Tentu kita mengimbau kesadaran masyarakat supaya menunaikan pajak tepat waktu," ujarnya.
Berdasarkan data Bapenda, realisasi sektor Retribusi Daerah hingga September 2026 baru mengumpulkan Rp2,98 miliar atau 37,40 persen dari target Rp7,97 miliar. Sektor Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian menjadi penyumbang retribusi tertinggi dengan capaian 97,36 persen (Rp1,01 miliar), sementara sektor retribusi lain seperti Dinas Perikanan dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga masih di bawah 15 persen dari target tahunan.
Sementara itu, kelompok Lain-lain PAD yang Sah mencatatkan realisasi Rp67,06 miliar atau 50,92 persen dari target Rp131,71 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari pendapatan jasa layanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Teluk Kuantan senilai Rp46,61 miliar (62,15%) dan Dinas Kesehatan senilai Rp15,88 miliar (66,98%).***