
PANGKALAN KERINCI- Bentangan lahan seluas 772 hektare di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang dulunya mengalami deforestasi kini perlahan kembali menghijau. Upaya pemulihan kawasan yang juga menjadi habitat gajah Sumatera di Desa Bagan Limau, Kabupaten Pelalawan ini, berhasil dituntaskan oleh PT Bumi Siak Pusako (PT BSP) melalui program Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Penuntasan penghijauan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara pihak perusahaan dan Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Ir Dyah Murtiningsih, MHum. Langkah ini merupakan wujud pemenuhan kewajiban pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang tahapan pengerjaannya diawasi ketat oleh pemerintah.
Direktur PT Bumi Siak Pusako, Robi Junipa memastikan proses pemulihan alam itu melewati berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kondisi cuaca, karakteristik tanah, hingga dinamika pemanfaatan kawasan. Namun, sinergi bersama pemangku kepentingan dan masyarakat lokal berhasil mewujudkan target pelestarian tersebut.
"Alhamdulillah, kita bersyukur kegiatan rehabilitasi lahan seluas 772 hektare ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai regulasi. Ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban, tetapi bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung kelestarian ekosistem dan pembangunan berkelanjutan," papar Robi.
Kawasan TNTN memegang peranan yang sangat vital sebagai paru-paru dunia sekaligus rumah bagi keanekaragaman hayati Riau. Perbaikan fungsi tangkapan air dan penutupan tajuk hutan dinilai menjadi langkah strategis demi menjaga keseimbangan ekologi.
"Kami berharap upaya ini memberikan dampak nyata terhadap pemulihan fungsi DAS serta peningkatan kualitas habitat satwa liar. Kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar pelestarian bisa berjalan secara berkelanjutan," sambungnya.
Senada dengan itu, TM Legal & Land Matters PT Bumi Siak Pusako, Indra Saputra turut mensyukuri rampungnya seluruh tahapan berat di lapangan hingga mencapai proses serah terima secara resmi.
"Ini merupakan sebuah pencapaian yang patut disyukuri bersama. Kami berharap apa yang telah dilakukan memberi manfaat nyata bagi pemulihan lingkungan di Taman Nasional Tesso Nilo," sebutnya.
Sebagai perusahaan yang mengelola wilayah kerja migas Coastal Plain Pekanbaru (CPP) di bawah pengawasan SKK Migas, PT BSP memandang kelestarian alam sebagai bagian tak terpisahkan dari operasional bisnisnya. Menjaga titik keseimbangan antara eksploitasi sumber daya energi dan tanggung jawab lingkungan menjadi pedoman utama perusahaan ke depan.
"Semoga ikhtiar yang telah kita lakukan menjadi amal kebaikan, memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat, serta menjadi warisan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang," pungkas Robi. ***