
TELUKKUANTAN – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau menyalurkan bantuan kepada seorang anak penderita stunting di Desa Sungaibuluh, Kecamatan Singingi Hilir, Kamis (3/9/2026).
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala DP2KBP3A Kuansing, Mardansyah, didampingi jajaran pengurus Dharma Wanita DP2KBP3A kepada keluarga penerima manfaat. Anak berusia tiga tahun tersebut mengalami stunting di tengah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu.
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Kabupaten Kuansing.
"Program BAAS adalah program gotong royong yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, organisasi, dan masyarakat untuk membantu keluarga yang memiliki anak berisiko atau mengalami stunting, terutama melalui dukungan gizi dan kebutuhan pendukung lainnya," kata Mardansyah.
Program BAAS bertujuan mempercepat penurunan stunting pada anak sasaran, membantu memenuhi kebutuhan gizi anak dan keluarga, mendorong keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perusahaan, BUMN/BUMD, organisasi, dan masyarakat, memperkuat pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting, serta membangun kepedulian dan gotong royong masyarakat.
Bentuk bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, seperti makanan bergizi, telur, ikan, daging, dan sumber protein lainnya, susu atau pangan tambahan sesuai kebutuhan, bantuan untuk ibu hamil dan balita, edukasi pola asuh dan pemberian makanan, dukungan sanitasi dan air bersih, bantuan kebutuhan dasar keluarga, serta pendampingan berkelanjutan sampai kondisi anak membaik.
Mardansyah menggarisbawahi pentingnya keterpaduan dan pemantauan berkala dalam penyaluran bantuan tersebut agar memberikan dampak yang optimal bagi tumbuh kembang anak.
"BAAS sebaiknya tidak hanya berupa pemberian makanan. Bapak asuh perlu terhubung dengan TPK/PKB-PLKB, Puskesmas dan desa sehingga bantuan tepat sasaran dan perkembangan anak dapat dipantau," ujar Mardansyah.
DP2KBP3A Kuansing akan rutin memberikan bantuan gizi untuk anak perempuan ini hingga enam bulan ke depan. Dikatakan Mardansyah, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap gizi anak sampai bebas stunting.***