
PANGKALAN KERINCI – Hamparan sawah di Desa Pulau Muda, Kabupaten Pelalawan, kini menjadi tumpuan harapan bagi puluhan keluarga petani. Tidak sekadar komoditas pangan, budidaya padi telah menjelma menjadi penyokong utama ekonomi masyarakat setempat. Di balik keberhasilan tersebut, ada perjuangan Kelompok Tani Tanjung Pulai Sejahtera yang terus berbenah memperbaiki sistem tanam mereka.
Ketua Kelompok Tani Tanjung Pulai Sejahtera, Medy menceritakan bahwa bertani adalah fondasi penghidupan sekaligus pengetahuan yang harus diteruskan ke generasi mendatang. Kelompok yang terbentuk pada 2017 ini berawal dari inisiatif warga membuka lahan persawahan desa. Saat ini, mereka menggerakkan 32 anggota aktif untuk mengelola lahan seluas 33 hektare.
Perjalanan kelompok ini tidaklah mulus. Sebelumnya, produktivitas padi mereka hanya tertahan di angka 1,5 ton per hektare. Keterbatasan sarana pengolahan lahan, minimnya pasokan pupuk, hingga kurangnya pemahaman mengenai pola tanam modern menjadi kendala utama di lapangan.
Kondisi perlahan berubah pada 2024 saat mereka resmi menjadi mitra binaan program Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Pendampingan tahap awal menyasar sembilan petani untuk fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perbaikan sistem budidaya.
Intervensi dari perusahaan mencakup pelatihan khusus, bimbingan lapangan, studi banding, hingga pembuatan petak percontohan (demplot). Selain asupan ilmu, kelompok ini menerima dukungan sarana produksi berupa pupuk, insektisida, herbisida, serta traktor tangan guna mempercepat proses penggarapan tanah.
Bagi Medy, kesempatan melihat langsung sistem pertanian maju di luar daerah sangat membuka wawasan anggota kelompoknya.
"Berkat bimbingan ini, kami mendapat banyak ilmu baru. Pengalaman studi banding memberikan pengetahuan berharga yang langsung kami bawa pulang untuk diterapkan di lahan masing-masing," terangnya.
Dampak dari perbaikan sistem tanam tersebut mulai terukur secara nyata. Sepanjang 2025, kelompok tani ini berhasil meraup total panen mencapai 62.168 kilogram. Hasil ini mencatatkan nilai penjualan hingga Rp870,35 juta.
Peningkatan kuantitas tersebut juga sejalan dengan mutu gabah. Beras yang dihasilkan kelompok kini jauh lebih bersih dengan tingkat patahan yang sangat minim. Perbaikan kualitas ini otomatis mengerek harga jual di pasaran dari Rp12.000 menjadi Rp14.000 per kilogram.
Melihat tren positif tersebut, CD Head RAPP, Ferdinand Leohansen Simatupang menyoroti potensi besar sektor pertanian di wilayah pesisir Pelalawan.
"Lahan di Pulau Muda sangat menjanjikan dan semangat petaninya luar biasa. Kami fokus mendukung mereka agar mampu mengelola usaha tani secara mandiri dengan hasil yang terus meningkat," paparnya.
Saat ini, Kelompok Tani Tanjung Pulai Sejahtera memasang target produktivitas baru hingga mencapai 5 ton per hektare. Pemanfaatan teknologi, kekompakan anggota, serta keberlanjutan program pendampingan menjadi amunisi utama para petani untuk merealisasikan target tersebut di musim tanam berikutnya. ***