
PALEMBANG, GORIAU.COM - Nasib gadis berusia 14 tahun ini luar biasa tragis. Setelah diperkosa paman dan ayah kandungnya, gadis ini, sebut saja namanya Bunya, diperkosa pula oleh anggota TNI dan dijual ke germo. Gadis remaja juga terpaksa menjual diri kepada puluhan tukang becak dan diperkosa secara bergilir oleh belasan anak punk. Begini kisahnya:
Jadi Budak Seks Paman
Bunga menuturkan, dia awalnya tinggal bersama nenek dan pamannya di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Kedua orangtuanya sudah bercerai. Ayahnya merantau ke Palembang sedangkan ibunya pulang ke kampungnya.
Bukannya mendapat perlakuan baik, selama tinggal di rumah neneknya itu, dia pernah diperkosa pamannya sendiri setahun yang lalu. Sayangnya dia enggan menyebutkan nama pamannya tersebut.
"Pernah diperkosa paman waktu di Baturaja," ungkap Bunga di Mapolresta Palembang, Jumat (27/2).
Tragisnya, perbuatan bejat itu terus dialaminya sebelum pergi ke Palembang awal Februari yang lalu. Bunga harus memendam kisah pilu itu lantaran takut ancaman pamannya.
"Saya sudah tak sanggup melayaninya. Makanya saya kabur dan cari ayah ke Palembang," kata Bunga dengan nada lirih.
Diperkosa Ayah Kandung
Setelah tak tahan menjadi budak seks paman sendiri, Bunga, kabur dari rumah dan pergi ke ayahnya di Palembang. Bukannya mendapat perlindungan, dia malah diperkosa ayahnya berinisial U.
Bunga menceritakan, saat kabur dari rumah awal Februari lalu, dia mencuri uang neneknya sebesar Rp150 ribu. Uang itu digunakan untuk ongkos ke Palembang menemui ayahnya itu.
Namun, bukan perlakuan yang baik didapat, selama seminggu tinggal di rumah ayahnya, dia harus melayani nafsu ayah kandungnya dengan paksa.
"Seminggu saya di rumah ayah, saya diperkosa terus. Tidak di Baturaja, tidak di Palembang, saya diperkosa, bahkan oleh ayah kandung," ungkapnya di Mapolresta Palembang, Jumat.
Diperkosa dan Dijual Anggota TNI ke Germo
Bunga juga mengaku diperkosa anggota TNI berinisial MY dan kemudian dijual kepada seorang germo.
Peristiwa itu diceritakannya saat korban bersama warga melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (27/2). Kepada petugas, korban mengaku kejadian itu bermula saat dia pergi ke Indralaya, Ogan Ilir setelah kabur dari rumah pada 11 Februari 2015 yang lalu.
Kedatangannya ke Indralaya untuk menemui teman. Setiba di kota yang dituju, korban tidak bertemu dengan temannya itu. Dia malah bertemu dengan YM yang mengaku sebagai anggota TNI. Mereka pun berkenalan. Dengan iming-iming diberi pekerjaan, YM mengajak korban jalan-jalan.
"Waktu di jalan, dia (anggota TNI) perkosa saya," ungkap Bunga, Jumat (27/2).
Setelah puas menyetubuhi korban, YM bukannya memberikan pekerjaan, tetapi malah menjualnya kepada seorang germo di Indralaya. "Tapi saya tidak tahu berapa dijual. Di sana saya jadi pelacur," kata dia.
Tak tahan mengalami hidup dalam tekanan, korban memilih kabur ke Palembang, Selasa (24/2). Tujuannya untuk menemui ayahnya yang tinggal di kota itu.
Jual Diri ke Tukang Becak
Setelah berhasil melarikan diri dari tempat pelacuran di Indralaya, Ogan Ilir, Bunga berharap nasibnya bisa lebih baik. Sayang, dia terpaksa kembali menjual diri lantaran uang pegangannya sudah habis.
Bunga mengaku tiba di Palembang, Selasa (24/2) malam. Lantaran tak ada tempat tujuan, dirinya terpaksa bermalam di Jembatan Ampera. Di sana, dia ditawari para tukang becak untuk berhubungan badan.
Sempat terbersit menolaknya. Namun, keinginannya itu bertolak belakang dengan kondisinya saat itu. Dia terpaksa kembali menjual diri.
"Bagaimana lagi pak, duit sudah habis. Lagi pula, ke mana lagi harus pergi," ungkap Bunga di Mapolresta Palembang, Jumat (27/2).
Seingatnya, selama tiga hari berada di Palembang, dia sudah melayani lebih dari 30 tukang becak. Dia sengaja tidak mematok harga tinggi karena harapannya bisa makan.
"Ada 15 ribu, ada 50 ribu. Tak tentu. Yang penting bisa makan. Mainnya kadang di hotel, kadang di bawah Ampera," kata dia.
Digilir Gerombolan Anak Punk
Bukannya menjadi lebih baik, pelarian Bunga dari tempat pelacuran di Indralaya ke Palembang, malah kembali mengalami peristiwa memilukan. Setiba di kota itu, dia menjadi korban perkosaan oleh belasan anak punk.
Kepada petugas, korban menuturkan, setiba di Palembang, Selasa (24/2) malam, dirinya bermalam di bawah Jembatan Ampera. Selama itu, dirinya melayani nafsu lebih dari 30 tukang becak yang membookingnya.
Namun, saat malam ketiga, Kamis (26/2), dia didatangi gerombolan anak punk. Mereka bermaksud mengajak korban berhubungan badan. Karena takut dan tak pernah bersetubuh lebih dari satu pria, Bunga mencoba melarikan diri.
Sial, pelaku yang berjumlah belasan orang berhasil menangkapnya dan membawanya ke tempat sepi di bawah jembatan itu. Di sanalah, dia menjadi korban perkosaan bergilir.
"Tidak tahu berapa orang, mungkin belasan saya tidak ingat. Tapi, setahu saya, mereka anak-anak punk yang ngakunya senang ngisap aibon," kata dia.
Warga menemukan korban tergeletak di bawah Jembatan Ampera, Kamis (26/2) pukul 21.30 WIB. Warga pun mengantarnya ke Mapolresta Palembang untuk mendapat pertolongan.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi mengungkapkan, kasus ini tengah diselidiki di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.
"Korban diantar warga ke kantor dan sudah menceritakan peristiwa yang dialaminya," tukasnya.***