SEBAGAI anggota DPRD, Yung Leman selalu tampil rapi, memakai jas lengkap dan perlente. Suatu hari ia sedang berjalan menuju kantor dewan setelah memarkir mobil, tiba-tiba seorang anak muncul di hadapannya dan bertanya.

''Maaf Om, boleh tanya kan? Sekarang ini jam berapa sih?''

Yung Leman tersenyum ramah, sambil melipat lengan kirinya di depan dada, melihat jam tanganya dan berkata, ''Sekarang jam tiga kurang seperempat.''

Si anak mengucapkan terima kasih, lalu tiba-tiba berkata, ''Tepat jam tiga nanti, Om boleh mencium pantat saya,'' katanya sambil melarikan diri.

Si Leman yang anggota dewan tentu saja merasa dilecehkan dan mengejar anak kecil kurang ajar itu untuk diberi pelajaran.

Ketika sedang berlari mengejar anak itu, seorang anggota dewan lain muncul dan mencegat Leman. ''Ada apa kamu lari-lari begitu?'' tanya rekan tersebut.

Sambil menunjuk si anak, Leman bercerita, ''Anak itu bertanya jam berapa, lalu aku jawab jam tiga kurang seperempat,..eeee.. dia bilang jam tiga tepat aku boleh mencium pantatnya.''

Temannya melihat jam, lalu berkata, ''Lho, masih sepuluh menit lagi kok, kenapa buru-buru?''