
PARIS, GORIAU.COM - Salah seorang pelaku teror di Paris, Prancis, dilaporkan telah teridentifikasi. Pria tersebut adalah Ismael Omar Mostefai.
Keterangan tersebut disampaikan anggota Parlemen Prancis, Jean-Pierre Gorges. Dia mengatakan Ismael adalah salah seorang pelaku yang melakukan aksi bom bunuh diri.
"Pelaku bom bunuh diri yang sudah kami identifikasi adalah Ismael Omar Mostefai," ucap Gorges, seperti dikutip dari CNN, Minggu (15/11/2015).
"Mostefai tinggal di wilayah Chartres hingga 2012," ucap pria yang juga menjabat sebagai Walikota Chratres ini.
Sebelumnya, kelompok ISIS mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait serangan yang menewaskan sekitar 150 orang di Paris, Prancis pada Jumat 13 November 2015 malam waktu setempat.
Kelompok teroris itu menyatakan telah mengirim 'pejuangnya', yang diikat dengan sabuk bom bunuh diri dan membawa senapan mesin ke berbagai lokasi di jantung ibukota Prancis.
Serangan itu, kata kelompok ekstrem ini, dirancang untuk menunjukkan Prancis akan tetap menjadi target utama untuk kelompok 'jihad', selama negara ini terus menentang kebijakan mereka.
Salah seorang penyerang disebutkan dalam media Prancis sebagai Isma?l Omar Mostefai. Warga Prancis 29 tahun itu diidentifikasi dari jari yang ditemukan di lokasi pembantaian di gedung konser Bataclan.
Kantor berita Prancis, Agence France-Presse, melaporkan bahwa sosok Mostefai tampaknya cocok dengan sidik jari dalam catatan kepolisian. Mostefai memiliki catatan kriminal, tapi kabarnya ia tidak dipenjara.
Saudara dan ayah Mostefai dibawa ke tahanan polisi, dan rumah mereka digeledah. Kakak Mostefai mengatakan kepada AFP ia tidak berkomunikasi dengan adiknya selama beberapa tahun. "Ini gila, gila. Aku berada di Paris sendiri tadi malam. Aku melihat kekacauan itu."
Keyakinan bahwa Mostefai adalah penyerang disebut jaksa Paris, Francois Molins. Dia mengatakan pada Sabtu bahwa salah seorang teroris adalah warga Prancis dari Courcouronnes, kota di pinggir selatan Paris.
Menurut jaksa, Mostefai, pria yang lahir pada 1985, disebut-sebut memiliki catatan kriminal dan telah ditandai sebagai ekstremis pada awal 2010.
Kelompok teroris membunuh 153 orang dan melukai puluhan lainnya di berbagai lokasi di Paris pada Jumat malam, 13 November 2015.***