
JAYAPURA, GORIAU.COM - Direktur Operasi Trigana Air, Beni Sumaryanto, mengatakan sudah ada 2 pesawat tim pencarian udara yang diberangkatkan dari Jayapura. Pesawat pertama yakni twin otter sudah menyusuri rute Jayapura-Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, namun belum membuahkan hasil.
"Satu twin otter dan pilatus sudah diberangkatkan. Tim di pesawat twin otter setelah mengikuti rute, melaporkan belum ada tanda-tanda penemuan," kata Beni Sumaryanto saat dihubungi detikcom pukul 06.25 WIB, Senin (17/8/2015).
Beni menambahkan, tim yang berada di Oksibil juga belum mendapatkan laporan mengenai penemuan pesawat yang disebut masyarakat--sebagaimana dikutip Kemenhub--menabrak pegunungan Tangok di Distrik Okbape.
"Kita sudah bekerjasama dengan Basarnas dan sudah dibuatkan posko di Sentani. Sementara menurut pasukan Dandim belum ada tanda-tanda (penemuan)," sebutnya.
Kepala badan SAR Jayapura sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) untuk pencarian Pesawat Trigana Air, Ludiyanto saat dihubungi detikcom pukul 05.30 WIB, mengatakan pesawat pertama berisikan 11 orang tim SAR dan 3 awak kabin di dalam pesawat milik Trigana Air tersebut.
"Mereka akan searching ke lokasi yang dilaporkan warga yang katanya melihat pesawat jatuh itu," katanya.
Tim akan memastikan terlebih dahulu dimana letak pesawat jatuh. Setelah unsur udara memastikan menemukan lokasi, mereka akan langsung melaporkan ke posko. Selanjutnya tim SAR darat baru akan digerakkan setelah lokasi penemuan pasti.***