JAYAPURA, GORIAU.COM - Tim pencari berhasil menemukan jenazah korban kecelakaan pesawat Trigana Air. Hingga pukul 09.04 WIB atau 11.04 WIT, sudah ada 38 jenazah yang ditemukan di Distrik Okbape, Pegunungan Bintang, Papua.
"Sudah 38 jenazah korban yang telah ditemukan, 37 dewasa dan 1 anak ditemukan hingga jam 11.04 WIT," kata Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas)Â Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo di Lanud Jayapura, Selasa (18/8/2015).
Saat ini tim SAR tengah menyiapkan proses evakuasi jenazah ke Bandara Oksibil untuk diterbangkan ke Jayapura.
Informasi terbaru mengenai pencarian korban pesawat Trigana Air yang diduga menabrak pegunungan ini disampaikan Kabasarnas Soelistyo bersama Kapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan dan Direktur Operasi Trigana Air Beni Sumaryanto.
Semua jenazah tersebut akan dibawa ke Jayapura untuk diidentifikasi. "Seluruh korban masih di daerah operasi. Di Jayapura sudah disiapkan Rumah Sakit Bhayangkara untuk nanti kita evakuasi ke sana, diidentifikasi oleh tim DVI Polri," kata Kepala Basarnas FHB Soelistyo kepada wartawan di Base Ops Lanud Jayapura, Selasa (18/8/2015).
Namun, tim SAR gabungan tengah berfikir bagaimana cara untuk membawa semua jenazah itu. Opsinya ada dua, yakni melalui jalur darat dan udara. Opsi pertama dinilai terlalu memakan waktu dan cukup sulit dilakukan.
Karena itu, lanjut Soelistyo, tim SAR darat dan udara tengah berupaya mencari lokasi untuk dijadikan helipad. Diharapkan semua jenazah ini nantinya bisa dibawa dengan helikopter dalam jumlah banyak, sehingga mempersingkat waktu.
"Kalau tidak bisa, saya akan gunakan dengan metode hoisting. Tapi enggak bisa sekaligus jenazah dibawa. Musti berapa, berapa dinaikkan," imbuh Soelistyo.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih berupaya menemukan korban Trigana Air lainnya. Dari 38 jenazah yang berhasil ditemukan, kondisinya sudah tidak utuh dan terbakar. Kecil kemungkinan masih ada yang selamat.
"Kita terus mencari, melakukan evakuasi. Termasuk mencari blackbox demi kepentingan investigasi KNKT nantinya," ucap Soelistyo. Kondisi cuaca di lokasi penemuan sendiri kurang bersahabat, namun masih memungkinkan dilakukan pencarian.
Pesawat berjenis ATR 42 dengan nomor registarsi PK-YRN lepas landas dari Bandara Sentani Jayapura pukul 14.22 WIT dengan waktu tiba diperkirakan di Oksibil 15.04 WIT, Minggu (16/8).
Pada pukul 15.00 WIT Bandara Oksibil melakukan kontak dengan pesawat namun tidak ada jawaban. Bermula dari informasi warga Distrik Okbape, diketahui pesawat mengalami kecelakaan. Pesawat mengangkut 49 penumpang dan 5 orang kru.***


