INDRAMAYU – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, bersama Komisaris Bambang Suswantono dan Komisaris Independen Raden Adjeng Sondaryani meninjau operasi pengeboran di Rig PDSI#15.3 pada Sumur Eksplorasi South Akasia Cinta (SAC)-001 milik Pertamina EP di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin (25/8/2025).

Rombongan komisaris juga melanjutkan kunjungan ke Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder.

Pengeboran eksplorasi SAC-001 resmi dimulai Sabtu (16/8/2025) bertepatan dengan HUT ke-80 Republik Indonesia. Pekerjaan tajak sumur dilakukan menggunakan Rig PDSI#15.3 yang dioperasikan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling).

Mochamad Iriawan menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja dalam setiap kegiatan pengeboran.
"Keselamatan mutlak diutamakan dengan menerapkan Compliance Life Saving Rules (CLSR), HSSE Golden Rules, serta Salam Lima Jari. Ini fondasi utama keberhasilan operasi pengeboran," ujarnya.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyebut keberadaan Sumur SAC-001 diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap produksi minyak dan gas nasional. "Selain aspek teknis dan keselamatan, kami juga berkomitmen menjalankan praktik pengeboran ramah lingkungan dan berkelanjutan sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)," katanya.

Dalam kunjungan ke IDTC, Raden Adjeng Sondaryani melihat langsung fasilitas pelatihan pengeboran yang diklaim sebagai salah satu pusat pelatihan terlengkap di Asia Tenggara. Fasilitas tersebut dilengkapi drilling simulator, well control training center, laboratorium fluida pengeboran, hingga rig floor mock-up yang menyerupai kondisi lapangan.

Hingga kini, IDTC telah melatih lebih dari 15.000 tenaga kerja migas dari Indonesia dan berbagai negara di Asia, Timur Tengah, hingga Afrika. Pusat pelatihan ini disebut sebagai center of excellence dalam pengembangan kompetensi pekerja energi.

"Fasilitas di IDTC ini sangat luar biasa. Saya melihat pusat pelatihan ini mampu mencetak tenaga pengeboran yang berkompeten dan berdaya saing global. Dengan adanya IDTC, Pertamina Drilling tidak hanya mendukung operasi migas nasional, tetapi juga menjadi pusat pengembangan SDM energi di Indonesia," ungkap Sondaryani.

Pertamina Drilling menargetkan pengeboran eksplorasi di Indramayu dapat menopang produksi migas Jawa Barat yang berperan penting bagi kebutuhan energi nasional. ***