YOGYAKARTA - Windu Cahyo Saputro (25) tampak terus tersenyum lega setelah mengucapkan ijab kabul dalam satu tarikan nafas. Meski dia hanya bisa terbaring di atas ranjang rumah sakit, Windu mengaku sangat bersyukur atas pernikahannya dengan sang kekasih Yuniar Dias Sutisna (25), hari ini.

Proses ijab kabul berlangsung penuh haru. Digelar di ruang tindakan RSUP Dr Sardjito, Sleman, Sabtu (12/3/2016), beberapa anggota keluarga, dokter, dan perawat tampak tak mampu menahan air mata harunya. Seperangkat alat salat dan uang sebanyak Rp 120.316 menjadi mahar yang diberikan Windu kepada Yuniar.

Tampak hadir pula Dewan Pengawas RSUP Dr Sardjito Prof dr Sri Suparyati Sp AK, dan Direktur SDM dan Pendidikan drg Rini Sunaring Putri, MKes.

Dengan mengenakan kebaya berjilbab warna emas, pengantin wanita tampak cantik. Dengan terus menyungging senyum, gadis asal Purworejo ini menyampaikan rasa syukurnya.

Usai ijab kabul, Yuniar mencium tangan suaminya dan bertukar cincin.

"Semuanya sudah kami rencanakan, mungkin tidak selancar seperti yang kita harapkan. Tapi saya sudah memilih Windu," tutur Yuniar dengan suara terbata.

Dia mengaku siap menjadi istri Windu meski kini kondisinya tak lagi sama karena kaki kanannya telah diamputasi sebulan yang lalu.

"Orangnya baik, Sabar, pekerja keras. Insya Allah saya selalu support sampai sembuh. Yang penting pengobatan Windu dulu sampai selesai," imbuhnya.

Senada dengan Yuniar, Windu mengaku lega dapat menikahi gadis yang telah menjadi kekasihnya sejak SMA. Selanjutnya, dia akan fokus melanjutkan pengobatan.

"Terima kasih kepada RSUP Dr Sardjito atas semua supportnya. Terima kasih. Mohon doa restunya, agar kami menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah," tutur Windu sambil tersenyum.

Kecelakaan

Pria asal Purworejo ini mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor di daerah Sentolo, Kulon Progo pada Rabu (10/2) lalu. Luka yang sangat parah mengharuskan Windu menjalani operasi amputasi kaki kanan.

"Windu pas lagi ngurus-ngurus souvenir-souvenir di Yogya," ujar sang ibu Sri Astuti (56).

Hal ini disampaikan Sri kepada wartawan sebelum prosesi ijab kabul di ruang tindakan Cendana 1, RSUP Dr Sardjito, Sleman, Sabtu (12/3/2016).

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, luka di kaki kanan Windu sangat parah, sehingga dokter memutuskan untuk mengamputasinya pada keesokan harinya. Saat itu, kata Sri, persiapan pernikahan sudah dilakukan. Panitia pernikahan sudah dibentuk, gedung dan perias pun sudah dipesan.

Selama proses pengobatan berlangsung, keluarga Windu sempat bertanya kembali pada Yuniar. Apakah Yuniar masih mau menerima Windu dalam keadaan yang tak lagi sama.

"Alhamdulillah calonnya masih bersedia menerima Windu apa adanya, jadi rencana pernikahan dilanjutkan," kata Sri.

Sepasang kekasih yang sudah berpacaran selama 9 tahun ini bertekad melangsungkan pernikahan pada hari yang sudah ditentukan. Awalnya mereka hanya akan melangsungkan proses akad nikah di ruang perawatan.

Namun, pihak RSUP Dr Sardjito menawarkan sejumlah fasilitas untuk mendukung rencana keduanya. Sebuah ruang tindakan di Bangsal Cendana disulap dengan dekorasi cantik.

"Ini ide dari para staf saya, bu Sri dan Pak Ernawan untuk merayakan pernikahan di sini. Saya sebagai atasan hanya Tut Wuri Handayani," ujar Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Trisno Heru Nugroho.

Sri menyiapkan segala keperluan dekorasi dan peralatan yang dibutuhkan sejak semalam.

"Kita ingin membuat momen yang sakral ini dengan kesederhanaan, semoga pasangan suami istri kelak menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," harapnya. ***