
PEKANBARU - Politeknik Caltex Riau (PCR) menggelar Wisuda ke-23 sekaligus merayakan usia 25 tahun perjalanan pendidikan vokasi pada Sabtu (31/10/2026). Sebanyak 575 wisudawan resmi dikukuhkan di Gedung Serba Guna PCR Pekanbaru, yang mencakup 558 lulusan Program Sarjana Terapan dan 17 lulusan Program Magister Terapan.
Lulusan baru ini menambah total alumni institusi tersebut menjadi 7.280 orang yang kini tersebar di tingkat lokal maupun global. Pada tahun ini, tingkat kelulusan tepat waktu mencapai 80 persen, dengan 125 wisudawan di antaranya merupakan penerima berbagai program beasiswa daerah dan nasional.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR), Prof Dr Muhammad Nazir Karim, MA mengingatkan bahwa pendidikan vokasi dirancang untuk menyelesaikan persoalan nyata di lapangan. Ia meminta para alumni segera mengambil peran agar Indonesia terhindar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
"Gelar Sarjana Terapan dan Magister Terapan yang Saudara sandang hari ini bukanlah garis finis, melainkan bukti bahwa Saudara telah ditempa untuk menjadi problem solver di tengah masyarakat, bukan sekadar job seeker," tegasnya.
Ketua Umum YPCR, Ir Akson Brahmantyo mengibaratkan lulusan institusinya sebagai silver bullet atau solusi bernilai tinggi untuk memecahkan permasalahan kompleks. Selama dua dekade lebih, kampus ini terus menyuplai tenaga terampil ke industri multinasional.
"Hari ini, 575 lulusan terbaru kami siap mengambil peran dalam menjawab tantangan hilirisasi, transformasi digital, dan transisi energi," jelasnya.
Direktur PCR, Dr Erwin Setyo Nugroho, ST MEng menyoroti posisi strategis Provinsi Riau yang terus berkembang menjadi pusat inovasi energi hijau. Mahasiswa yang baru lulus dituntut memiliki kecerdasan intelektual sekaligus menjunjung etika dan empati di era serba digital.
"Di era ketika informasi dan jawaban dapat dihasilkan oleh kecerdasan buatan dalam hitungan detik, kemampuan untuk bertanya, memverifikasi informasi, berempati, dan menjunjung etika menjadi pembeda utama," pesannya.
Pihak kampus turut memberikan penghargaan khusus bagi para lulusan dengan capaian akademik tertinggi. Predikat pemuncak wisuda untuk Program Sarjana Terapan diraih oleh Kelly Angeline dari Program Studi Teknik Informatika dengan IPK 3,97.
Sementara itu, dari Program Magister Terapan Teknik Komputer, Muhammad Wahyudi berhasil lulus dengan IPK sempurna 4,00. Prestasi sejumlah mahasiswa ini diharapkan menjadi standar akademik yang memacu semangat kompetitif di lingkungan kampus vokasi tersebut. ***